Kabar BUMN - Sepatu lari harusnya berbeda dengan sepatu sneaker pada umumnya.
Sepatu lari harus punya bantalan kaki empuk, sol tebal, dan beberapa unsur lain yang tidak ada di sepatu sneaker.
Salah menggunakan sepatu bisa membuat kaki cedera atau memperlambat kecepatan lari.
Baca Juga: Jangan Langsung Makan Buah Setelah Makan Berat, Ini Alasannya
1. Sesuaikan dengan jenis lari
Sepatu lari sebaiknya disesuaikan dengan jenis lari.
Seperti lari yang basic, road running, trail running, atau fast running.
Pemula bisa memilih model sol basic, untuk road running pilih yang sol sedikit kuat dan permukannya tidak rata.
Sementara trail running, solnya sering dilengkapi grip penahan agar tidak mudah tergelincir.
2. Bentuk kaki
Tidak semua bentuk kaki sama. Ini bisa dibagi dari tiga jenis lengkungan kaki atau foot arch.
Ada yang tinggi, normal, dan rendah. Untuk mengetahui bentuknya bisa dilihat dari cetakan kaki saat basah.
Bila ada jejak semua telapak kaki artinya lengkungan rendah atau datar.
Baca Juga: Kuliner Khas India di Pagaruyung, Medan, Rasanya Sudah Lebih Menyesuaikan dengan Lidah Lokal
Bila ada lengkungan di tengah artinya normal, dan bila hanya jejak tumit dan bagian depan kaki artinya tinggi.
Untuk lengkungan tinggi dan rendah, cari sepatu lari yang menyesuaikan dengan bentuk lengkungan.