Kabar BUMN - Ratusan tahun sebelum munculnya es krim yang dipengaruhi kuliner Belanda, masyarakat Jawa sudah punya es tradisional.
Es tradisional Jawa, terutama Jawa Tengah, ini dibuat dari bahan utama tepung beras.
Pelengkapnya dari tetumbuhan lokal, santan, dan gula merah untuk memberikan rasa manis.
Es tradisional Jawa Tengah ini terus diminati hingga sekarang.
Baca Juga: Jaga Kesehatan dengan Diet Gula, Simak 7 Tips Mengurangi Konsumsi Gula Tanpa Tersiksa
1. Es dawet ayu
Es tradisional ini penyebarannya tidak terbatas di Jawa Tengah tetapi juga sampai ke Jakarta dan Jawa Barat.
Berasal dari Banjarnegara, es dawet ayu mirip cendol. Bedanya, tekstur cendolnya lebih lembut.
Bahan utamanya tepung beras, tepung tapioka, dan daun pandan.
Untuk kuahnya dari santan dan air gula merah. Kadang ditambahkan potongan nangka atau durian.
Baca Juga: Waroeng Semawis Reborn: Surga Kuliner Malam yang Tak Pernah Kehilangan Daya Tarik
2. Es cau
Dikenal juga dengan es cingcau, minuman dingin ini mendapat pengaruh kuat dari kuliner Tiongkok.
Bahan dasarnya cincau hitam atau cincau hijau. Keduanya diambil dari ekstrak daun tumbuhan cincau.
Daun cincau dihancurkan, lalu dibiarkan sampai mengental. Teksturnya seperti jeli.
Es Cau disajikan dengan santan dan gula merah.