Misalnya, “kalau saja aku berbuat lebih baik, mungkin dia tidak akan pergi.” Fase ini menunjukkan adanya upaya untuk mencari makna atau jalan keluar dari kehilangan, walaupun sering kali bersifat sementara.
Baca Juga: Bukit Menoreh, Puncak Tertinggi di Kulon Progo untuk Menikmati Keindahan Yogyakarta dari Ketinggian
4. Fase Depresi (Depression)
Tahap ini sering dianggap paling sulit. Perasaan sedih yang mendalam, kehilangan semangat, hingga menarik diri dari lingkungan menjadi tanda-tanda umum. Meski terasa berat, fase ini merupakan bagian alami dari proses berduka.
Dukungan emosional dari keluarga, teman, atau konselor bisa sangat membantu agar seseorang tidak terjebak terlalu lama dalam kesedihan.
Baca Juga: TASPEN Serahkan Manfaat THT dan Pensiun kepada Budi Gunawan
5. Fase Penerimaan (Acceptance)
Pada akhirnya, seseorang akan sampai pada tahap penerimaan. Bukan berarti rasa sedih hilang sepenuhnya, tetapi sudah ada kemampuan untuk berdamai dengan kenyataan.
Di fase ini, pikiran mulai terbuka untuk melanjutkan hidup dengan cara baru tanpa melupakan kenangan yang ada. Penerimaan menjadi langkah penting untuk kembali menemukan keseimbangan dan ketenangan batin.
Baca Juga: Eksklusif di Langit Musik, Live Performance D’Masiv Japan Tour Bisa Ditonton Hingga Maret 2026
Berduka adalah proses yang unik bagi setiap individu, tidak selalu berlangsung secara berurutan dan memiliki durasi yang berbeda-beda.
Mengenali fase-fase ini bukan untuk mempercepat kesembuhan, melainkan membantu memahami bahwa setiap emosi yang muncul adalah bagian dari perjalanan manusia menuju penerimaan. ***