ragam

Mengapa Depresi Bisa Bersumber dari Pikiran dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Mengapa Depresi Bisa Bersumber dari Pikiran dan Cara Mengatasinya (Pexels)

Kabar BUMN - Depresi sering kali dianggap muncul karena masalah besar dalam hidup atau tekanan berat dari luar.

Padahal, banyak kasus menunjukkan bahwa sumber depresi bisa datang dari dalam diri sendiri, tepatnya dari cara berpikir seseorang.

Pikiran yang terus menerus negatif, menyalahkan diri sendiri, atau mengulang kenangan buruk dapat menciptakan lingkaran yang membuat suasana hati semakin terpuruk.

Baca Juga: Sinergi untuk Pesisir Lestari, Kilang Pertamina Dumai Wujudkan Desa Mundam yang Tangguh Abrasi

Pikiran Negatif yang Menguras Energi

Pikiran memiliki kekuatan besar dalam membentuk emosi. Saat seseorang terbiasa berpikir negatif, misalnya merasa tidak cukup baik, takut gagal, atau merasa tidak pantas bahagia, tubuh merespons dengan memproduksi hormon stres seperti kortisol.

Jika kondisi ini berlangsung lama, tubuh dan pikiran kehilangan keseimbangannya, membuat seseorang lebih rentan terhadap depresi.

Baca Juga: Serunya Belajar Sambil Bermain di Taman Pintar Jogja, Cek Harga Tiket Terbarunya!

Overthinking dan Perang di Dalam Kepala

Overthinking atau berpikir berlebihan adalah kebiasaan yang sering kali menjadi awal dari depresi. Ketika seseorang terus memutar ulang masalah atau khawatir tentang hal yang belum tentu terjadi, energi mental terkuras tanpa solusi nyata.

Pikiran semacam ini memperbesar rasa cemas dan membuat otak sulit beristirahat. Dalam jangka panjang, otak menjadi “lelah” hingga memengaruhi suasana hati dan motivasi hidup.

Baca Juga: BNI Luncurkan TapCash Edisi KAI EXO, Berlisensi Resmi SM Entertainment

Pikiran dan Kimia Otak yang Saling Terhubung

Otak manusia bekerja melalui sistem kimia yang kompleks. Pikiran negatif yang terus berulang bisa mengubah keseimbangan zat kimia seperti serotonin dan dopamin, dua hormon yang berperan penting dalam kebahagiaan.

Saat kadar hormon tersebut menurun, gejala depresi seperti kehilangan semangat, gangguan tidur, dan rasa putus asa mulai muncul. Karena itulah, mengelola pikiran sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Baca Juga: PT Semen Gresik Tawarkan Program Magang Psikologi di Rembang, Simak Benefitnya!

Mengubah Pikiran untuk Mengubah Perasaan

Berita baiknya, pikiran juga bisa menjadi jalan keluar dari depresi. Melatih diri untuk berpikir lebih realistis dan positif dapat membantu memperbaiki kondisi emosional.

Halaman:

Tags

Terkini