ragam

Ngopi Gratis Sambil Kenali Budaya Osing di Festival Kopi Sepuluh Ewu

Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Festival Kopi Sepuluh Ewu di Desa Osing Kemiren, Banyuwangi, menghadirkan tradisi ngopi gratis sambil mengenal budaya lokal dan mendukung UMKM setempat. (Freepik/rawpixel.com)

Kabar BUMN - Festival Kopi Sepuluh Ewu di Banyuwangi selalu jadi momen yang ditunggu wisatawan setiap tahunnya.

Tradisi ini bukan hanya soal menikmati kopi, tapi juga tentang keramahan warga Osing yang selalu menyambut tamu dengan hangat.

Tahun ini, acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2025 di Desa Wisata Osing Kemiren.

Baca Juga: Terbang Perdana ke Singapura Bareng Pelita Air, Yuk Daftar Jadi Content Creator Pilihan Premium Class!

Asal-usul Tradisi Ngopi Sepuluh Ewu

Festival unik ini berawal dari kebiasaan warga Desa Kemiren yang selalu menyuguhkan kopi kepada tamu.

Dari tradisi sederhana itu, lahirlah ide untuk menjadikannya agenda tahunan dengan konsep minum kopi bersama di sepanjang jalan utama desa.

Tradisi ini juga mengandung tiga filosofi penting dalam budaya Osing, yaitu suguh (memberi hidangan terbaik), gupuh (menyambut tamu dengan sigap dan hangat), serta lungguh (menyediakan tempat terbaik bagi tamu).

Baca Juga: 4 Pura di Lombok Warisan Agama Hindu yang Terjaga dengan Baik

Teknis Pelaksanaan Festival

Selama festival berlangsung, setiap kepala keluarga akan menata meja di depan rumah mereka sepanjang jalur utama desa. Kopi dan gula yang disajikan diberikan secara gratis kepada pengunjung karena disubsidi oleh pihak desa.

Namun, untuk jajanan pendamping, wisatawan dapat membelinya dari para pelaku UMKM lokal yang ikut meramaikan acara ini. Konsep ini tidak hanya mempererat interaksi sosial, tapi juga mendukung ekonomi warga.

Baca Juga: Wujudkan Karier Impianmu di Garuda Indonesia Group, Lowongan Sales & Marketing Sudah Dibuka

Pertunjukan Seni dan Kearifan Lokal

Selain menikmati kopi, pengunjung juga akan disuguhi berbagai kesenian tradisional khas Osing, seperti tarian, musik, dan pertunjukan budaya lainnya.

Paduan antara aroma kopi dan lantunan musik tradisional menciptakan suasana yang khas dan hangat. Lokasi Desa Wisata Osing Kemiren pun mudah dijangkau, hanya sekitar 15 menit dari stasiun Banyuwangi.

Baca Juga: Climb Your Fears: Sensasi Panjat Dinding Bernuansa Halloween di Clip’n Climb Bali

Halaman:

Tags

Terkini