Arsitektur Pura Meru berupa bangunan atap bertingkat-tingkat yang mengingatkan pada bentuk Gunung Semeru.
Atapnya berjumlah 11 lapisan yang didedikasikan bagi Dewa Parama Siwa.
Seluruh bangunan pura kaya dengan detail ornamen dan ukiran yang menceritakan kisah dari Ramayana dan Mahabrata.
Baca Juga: “Curse of The Mermaid”, Sensasi Halloween Bawah Laut di Samudra Ancol
Warna berbeda
Di setiap perayaan keagamaan, pura dihiasi warna berbeda sesuai bentuk penghormatan yang dilakukan.
Pura Brahma dihiasi warna merah yang berarti api.
Ini juga simbol kematian umat Hindu yang dikremasikan menggunakan api.
Pura Shiwa dihiasi warna putih yang jadi simbol air untuk menyucikan abu kremasi.
Baca Juga: Jangan Sampai Berantakan, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Merencanakan Tempat Bulan Madu
Dan, Pura Wisnu dihias kain hitam yang melambangkan kegelapan atau kehidupan baru setelah kematian.
Sampai saat Pura Meru masih jadi tempat ibadah, tapi terbuka bagi orang yang ingin berkunjung.
Tidak ada tiket masuk, hanya perlu memberikan donasi seikhlasnya.
Pura Meru berlokasi di jalan Selaparang, Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Mataram, NTB.***