Kabar BUMN - Imigran Tiongkok tergolong kelompok yang menyebar secara meluas di wilayah Nusantara, termasuk ke Solo.
Diperkirakan orang Tionghoa masuk kota Solo dan sekitarnya di abad 18.
Mereka ditempatkan Pemerintah Hindia Belanda di sekitar Pasar Gede dan Kampung Balong.
Akulturasi budaya menghadirkan kuliner yang memadukan masakan khas Solo dan Tionghoa.
Baca Juga: Bayar Rp5 Ribu Bisa Menikmati View Ala Swiss di Tebing Romantis, Toraja
1. Timlo
Sepintas timlo mirip kimlo. Perbedaannya pada bumbunya. Kimlo menggunakan bunga sedap malam, sementara timlo tidak.
Kuah timlo berupa kaldu hasil rebusan tulang sapi dan ayam. Isinya sawi hijau, wortel, toge, jamur dan bakso.
Bumbunya terdiri atas bawang putih, merica, garam, dan daun bawang.
Timlo disajikan dengan nasi panas ditambah potongan sosis solo. Kadang ditambah kerupuk atau emping.
Baca Juga: 6 Negara dengan Musim Dingin Terbaik, Cocok untuk Main Salju Selama Libur Nataru 2025/2026
2. Tahok
Tahok atau minuman kembang tahu dalam dialek Hokkian disebut tauhue atau tahwe.
Tahok berupa kembang tahu yang disiram dengan air jahe dan kayu manis.
Kembang tahunya terbuat dari susu kedelai yang diolah menjadi tahu susu bertekstur lembut.
Kuliner yang satu ini sudah agak sulit ditemukan. Salah satu penjualnya berdagang di Pasar Gede Solo.
Baca Juga: Kota Terdingin di Dunia, Suhu Hariannya di Bawah Minus Derajat Celcius