ragam

Banyak Anak Muda Diserang Penyakit Jantung: Kenali Risiko dan Penyebabnya Sejak Dini

Minggu, 16 November 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi - Banyak anak muda terkena penyakit jantung. Pelajari faktor risiko seperti gaya hidup, stres, hingga pola makan, serta cara mencegahnya sejak dini. (Freepik/jcomp)

Kabar BUMN - Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penyakit jantung pada anak muda makin sering terjadi. Kondisi yang dulu identik dengan usia lanjut ini kini mulai muncul di usia 20–35 tahun.

Gaya hidup yang berubah, tekanan hidup, serta kebiasaan yang terlihat “sepele” sering menjadi penyebab utama yang tak disadari.

Karena itu, penting buat kamu memahami risiko sejak sekarang supaya bisa mencegahnya lebih awal.

Baca Juga: Hutama Karya Uji Coba Call Center Terintegrasi di Tol Sumatra Selatan

Gaya Hidup Sedentari

Banyak anak muda yang lebih sering duduk berjam-jam di depan laptop atau gawai. Minimnya aktivitas fisik membuat aliran darah tidak optimal, meningkatkan kadar lemak, dan memicu penyumbatan pembuluh darah.

Jika dibiarkan bertahun-tahun, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung.

Baca Juga: Tutup Tahun di Bali Tanpa Bikin Dompet Terkejut, Ini Paket Liburan DAMRI 2025

Pola Makan Tinggi Lemak dan Gula

Kebiasaan makan fast food, minuman manis, gorengan, dan makanan tinggi kolesterol menjadi salah satu pemicu terbesar.

Lemak jenuh dan gula berlebih membuat tubuh menyimpan lebih banyak trigliserida, menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL), dan akhirnya membebani kerja jantung.

Baca Juga: PEDALGAS SUPER Resmi Mengaspal: Langkah Baru Pupuk Kaltim Tekan Stunting di Bontang Kuala

Stres dan Tekanan Mental

Anak muda saat ini menghadapi tuntutan hidup yang cukup berat, seperti tekanan pekerjaan, pendidikan, maupun kondisi finansial.

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang berpengaruh langsung pada tekanan darah dan ritme jantung. Jika tidak dikelola dengan baik, stres bisa menjadi faktor pemicu serangan jantung dini.

Baca Juga: Nglanggeran: Gunung Purba Dekat Kota yang Langsung Ngasih Ujian di Langkah Pertama

Kurang Tidur dan Jam Biologis yang Berantakan

Begadang sudah seperti gaya hidup baru. Padahal, tubuh butuh waktu istirahat untuk memulihkan organ, termasuk jantung.

Kurang tidur meningkatkan risiko hipertensi, gangguan metabolisme, dan inflamasi yang dapat memperburuk kesehatan jantung.

Halaman:

Tags

Terkini