Baca Juga: November Jadi Momen Favorit Pengguna Telkomsel: Undi-Undi Hepi Hadir Lagi, Ayo Raih Hadiahnya
Kebiasaan Merokok dan Vape
Baik rokok konvensional maupun vape sama-sama memiliki risiko bagi jantung. Nikotin membuat pembuluh darah menyempit, mempercepat detak jantung, dan meningkatkan risiko pembekuan darah.
Inilah sebabnya banyak perokok muda mengalami gangguan jantung lebih cepat.
Baca Juga: Bangkit dari Keterpurukan, Afriani Mantapkan Usaha Pemotongan Ayam Berkat Dukungan PT TIMAH Tbk
Kurangnya Kesadaran Pemeriksaan Kesehatan
Banyak anak muda merasa dirinya sehat dan jarang melakukan cek kesehatan. Padahal, penyakit jantung sering muncul tanpa gejala awal.
Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara rutin penting untuk mendeteksi risiko lebih dini.
Baca Juga: Magang Bidang Akreditasi Fasyankes: Yuk Gabung Program Kimia Farma!
Faktor Genetik yang Tidak Bisa Diabaikan
Beberapa orang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Jika kamu punya orang tua atau kakek-nenek dengan riwayat jantung, risiko kamu bisa meningkat secara signifikan.
Kombinasi faktor genetis dan gaya hidup bisa mempercepat munculnya penyakit.
Baca Juga: Mau ke Keraton Surakarta? Sabar Dulu, Akses Wisata Ditutup karena Proses Pergantian Raja
Kurangnya Aktivitas Relaksasi dan Manajemen Emosi
Emosi yang tidak stabil, seperti sering marah, mudah cemas, atau memendam masalah, juga memengaruhi kesehatan jantung.
Ketika kamu mengalami kondisi emosional ekstrem, tekanan darah dapat meningkat, aliran darah terganggu, dan jantung bekerja lebih keras.
Baca Juga: Lowongan Ventura Syariah Officer di Solo, Cek Kualifikasi dan Cara Daftarnya
Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
-
Mulai bergerak minimal 30 menit per hari
-
Perbaiki pola makan