Kabar BUMN - Alergi susu menjadi salah satu alergi makanan yang paling umum, terutama pada anak-anak.
Kondisi ini membuat seseorang bereaksi secara berlebihan setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya.
Reaksi alergi bisa berupa gangguan kulit, pencernaan, hingga pernapasan. Lalu, kenapa sebenarnya banyak orang mengalami alergi terhadap susu?
Baca Juga: Pertamina EP Tanjung Field Perkuat Sinergi untuk Keamanan Jalur Pipa Migas di Penajam
Tubuh Menganggap Protein Susu Sebagai Ancaman
Alergi susu terjadi karena sistem imun salah mengenali protein dalam susu sapi (seperti casein dan whey) sebagai zat berbahaya.
Saat tubuh menganggapnya sebagai ancaman, sistem imun melepaskan histamin yang memicu berbagai gejala alergi. Reaksi ini bisa muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah konsumsi.
Baca Juga: Desa Wisata Sauwandarek, Raja Ampat, Menikmati Keindahan bawah Laut dan Burung Maleo Waigeo
Sistem Pencernaan Anak Belum Matang
Alergi susu lebih sering muncul pada bayi dan anak kecil. Salah satu penyebabnya adalah sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna sehingga tubuh lebih sensitif terhadap protein susu.
Seiring bertambahnya usia, banyak anak akhirnya terbebas dari alergi ini karena sistem tubuhnya semakin kuat dan mampu memproses protein susu dengan normal.
Faktor Genetik Turut Berperan
Jika kamu memiliki riwayat alergi atau asma dalam keluarga, kemungkinan mengalami alergi susu akan meningkat.
Faktor genetik membuat tubuh lebih rentan memiliki respons imun yang berlebihan terhadap zat tertentu, termasuk protein susu.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Kemandirian Pelajar Lewat Aksi Ganti Oli Gratis Berskala Nasional
Alergi Susu Berbeda dari Intoleransi Laktosa
Banyak orang mengira alergi susu sama dengan intoleransi laktosa, padahal keduanya berbeda. Alergi susu melibatkan sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup enzim laktase untuk mencerna gula susu.