Alergi menimbulkan gejala seperti ruam, bengkak, atau sesak napas, sedangkan intoleransi lebih ke kembung, diare, dan sakit perut.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Kemandirian Pelajar Lewat Aksi Ganti Oli Gratis Berskala Nasional
Paparan yang Kurang Teratur Bisa Menjadi Pemicu
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jarangnya paparan protein susu pada masa awal perkembangan dapat membuat tubuh lebih mudah menganggapnya sebagai ancaman.
Itulah sebabnya sebagian bayi yang tidak terpapar protein susu sapi di usia dini memiliki risiko lebih besar mengalami alergi.
Baca Juga: Way Tebing Ceppa, Pemandian Alami Berpanorama Gunung Rajabasa
Lingkungan dan Pola Makan Modern
Perubahan pola makan, meningkatnya paparan polusi, dan gaya hidup modern dapat memengaruhi sistem imun.
Kondisi lingkungan tertentu bisa membuat tubuh lebih mudah mengalami reaksi alergi terhadap makanan yang seharusnya aman, termasuk susu.
Baca Juga: Dari Kampung Adat Hingga Ritual Tahunan, PT Timah Tbk Konsisten Rawat Tradisi
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kamu Alergi Susu?
Jika kamu curiga memiliki alergi susu, langkah pertama adalah berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan menyarankan tes alergi atau eliminasi makanan.
Kamu juga perlu membaca label makanan dengan teliti karena banyak produk mengandung turunan susu.
Saat ini, tersedia banyak alternatif susu seperti susu almond, oat, kedelai, hingga kelapa yang aman untuk dikonsumsi penderita alergi. ***