ragam

Apa Itu Agas? Kenali Serangga Kecil yang Gigitannya Terkenal Sangat Gatal, Banyak Ditemui di Pantai

Selasa, 2 Desember 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi - Kenali apa itu agas dan rahasia di balik gigitannya yang super gatal, serangga kecil ini ternyata punya cara unik saat menyerang kulitmu! (Freepik/wirestock)

Kabar BUMN - Agas sering muncul di berbagai daerah tropis, termasuk Indonesia, dan kerap menimbulkan rasa gatal luar biasa setelah menggigit kulit manusia.

Meski ukurannya sangat kecil, serangga ini mampu menyebabkan reaksi yang cukup mengganggu, terutama bagi kamu yang memiliki kulit sensitif.

Banyak orang sering keliru membedakannya dengan nyamuk atau kutu, padahal karakteristik dan perilakunya berbeda.

Baca Juga: Pertamina Drilling Sukses Tuntaskan Pengeboran SAC-001 Tanpa Insiden di Indramayu

Apa Itu Agas?

Agas adalah serangga kecil dari kelompok lalat pengisap darah yang ukurannya hanya sekitar 1–3 milimeter. Karena bentuknya yang sangat kecil, banyak orang sulit melihatnya dengan mata telanjang.

Serangga ini biasa ditemukan di daerah lembap, dekat air, rawa, hutan, hingga kebun yang teduh.

Beberapa jenis agas hidup dengan menghisap cairan tanaman, namun sebagian besar spesiesnya menggigit hewan dan manusia untuk mendapatkan darah sebagai sumber nutrisi.

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun di Lanakila Lake: Destinasi Keluarga Favorit di Lampung

Mengapa Gigitan Agas Sangat Gatal?

Rasa gatal ekstrem yang muncul setelah gigitan agas bukan sekadar karena luka kecil di kulit, melainkan akibat reaksi tubuh terhadap air liur serangga ini. Berikut alasannya:

1. Agas Menyuntikkan Enzim Saat Menggigit

Ketika menggigit, agas mengeluarkan air liur yang mengandung enzim untuk mencegah darah membeku. Tubuh manusia menganggap zat ini sebagai benda asing, sehingga memicu reaksi peradangan.

Baca Juga: Nikmati Promo Nataru PELNI, Diskon 20% untuk Liburan Akhir Tahun, Tiket Terbatas!

2. Reaksi Alergi Ringan pada Kulit

Sebagian orang mengalami reaksi alergi ringan berupa bentol merah, bengkak kecil, dan rasa gatal intens. Bagi yang sensitif, bekas gigitannya bisa bertahan lebih lama dan terasa jauh lebih mengganggu.

3. Gigitannya Lebih “Kasar” daripada Nyamuk

Berbeda dari nyamuk yang menusuk, agas menggigit dengan cara mencabik sedikit bagian kulit. Metode ini membuat kerusakan mikro pada kulit lebih besar sehingga sensasi gatalnya lebih kuat.

Baca Juga: Penguatan Produksi Migas dan Ketahanan Energi Lewat Inovasi di Area Dondang

Halaman:

Tags

Terkini