ragam

4 Kota di Bawah Tanah yang Unik dan Memukau, Beragam Latar Belakang Pembangunannya

Minggu, 11 Januari 2026 | 21:00 WIB
Salah satu sisi di dalam kota di bawah tanah Naours, Prancis Utara, yang diperkirakan pernah dihuni pada abad pertengahan dengan jumlah penduduk mencapai 1.200 jiwa. (kidsnews.com.au)

Di dalam gua terdapat ruang-ruangan besar yang menjadi tempat tinggal penduduk.

Baca Juga: Wahoo Waterworld Bandung: Harga Tiket, Wahana, dan Promo Terbaru 2026

Ruangan tersebut terhubung dengan terowongan-terowongan.

Ada sekitar 300 ruangan dan 28 galeri, juga 3 kapel, town square dan bakeri dengan oven bercerobong asap.

Kota Naours ditemukan pada abad ke 18.

Semasa Perang Dunia I kota Naours dijadikan tempat persembunyian tentara Prancis dari tentara Nazi.

Baca Juga: Wisata Kereta Loco Tour Cepu, Jalur Rel 1915 yang Jadi Destinasi

Kondisi geografis di kawasan kota di bawah tanah Coober Pedy, Australia Utara, sangat gersang dengan suhu rata-rata sekitar 37 derajat celcius. (travelandleisure.com)

Coober Pedy
Ini satu-satunya kota di bawah tanah yang masih berpenghuni. Coober Pedy berada di Australia Utara.

Kondisi geografis kawasan tersebut sangat gersang dengan suhu rata-rata sekitar 37 derajat celcius.

Kondisi tersebut membuat penduduk di Coober Pedy memilih tinggal di bawah tanah.

Baca Juga: Ragam Ramuan Alami untuk Meredakan Batuk, Mudah Dibuat di Rumah!

Coober Pedy menjadi kota sejak tahun 1916 bersamaan dengan dibukanya pertambangan opal.

Saat ini jumlah penduduk Coober Pedy sekitar 2.500 jiwa.

Keunikan kota ini menarik perhatian turis, sehingga beberapa penduduk berinisaitif membuka penginapan.

Halaman:

Tags

Terkini