ragam

Istana Siak Sri Indrapura, Pintu Masuk ke Kejayaan Kesultanan Siak di Masa Lalu, Kini Terbuka untuk Umum

Selasa, 13 Januari 2026 | 11:30 WIB
Istana Siak yang berdiri megah di Siak Sri Indrapura ini dibangun pada masa Sultan ke 11, Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (berkuasa 1889-1908). (Instagram/@syir_08)

Kabar BUMN - Sebelum menjadi republik, Pulau Sumatra dikuasai sejumlah kesultanan, salah satunya Kesultanan Siak.

Bukti kejayaaan kesultanan di Riau ini tampak dari bangunan Istana Siak Sri Indrapura yang sampai sekarang masih berdiri tegak.

Sejak 25 November 2025, Istana Siak mendapat status khusus sebagai museum.

Dengan begitu istana ini di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan Kementerian Kebudayaan.

Baca Juga: Kuliner Mewah Solo yang Dulu Hanya Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan, Ada yang Sekarang Sudah Langka

Lepas dari Kesultanan Johor
Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan Raja Kecik atau Sultan Abdul Jalil Rahmat Syan tahun 1723.

Ini setelah memisahkan diri dengan Kesultanan Johor.

Kesultanan Siak menguasai jalur perdagangan dari Selat Malaka sampai Sungai, Siak, Riau.

Konon nama Siak diambil dari nama tumbuhan siak-siak yang tumbuh subur di daerah tersebut.

Baca Juga: 3 Tempat Makan di Solo dengan Nuansa Mewah Khas Keraton

Dulu pusat pemerintahannya di Buantan, kemudian pindah ke Mempura, pindah lagi ke Senapelan (Pekanbaru).

Terakhir pindah ke kota Siak Sri Indrapura sampai masa pemerintahan Sultan Siak terakhir.

Istana Siak yang berdiri megah di Siak Sri Indrapura ini dibangun pada masa Sultan ke 11.

Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin berkuasa antara tahun 1889-1908.

Halaman:

Tags

Terkini