Kabar BUMN - Di masa keberadaannya di wilayah Nusantara, Belanda membangun banyak benteng, termasuk benteng pendem.
Istilah pendem, yang berarti terpendam itu, merujuk pada kondisi benteng yang sempat tertutup tanah atau pasir.
Benteng pendem dibangun sebagai markas militer dan pos pertahanan serta mengamankan jalur dagang.
Lokasinya di daerah strategis dan penting, berikut beberapa benteng pendem yang kini menjadi objek wisata sejarah.
Baca Juga: Penuhi Pengalaman dan Selera Minum Kopi dengan Menjadi Barista di Rumah, Ini yang Diperlukan
Benteng Pendem Kebumen
Benteng yang dibangun pada tahun 1820 ini dinamai Benteng Van Der Wijck.
Lokasinya di Gombong, Kabupaten Kebumen. Sekitar 96,92 kilometer dari Yogyakarta.
Bila kebanyakan benteng bertembok putih, benteng ini merah tua karena terbuat dari batu bata.
Bentuknya persegi delapan dengan empat pintu masuk dan dua lantai. Tingginya mencapai 10 meter.
Baca Juga: Kalender Februari dan Maret 2026 Dipenuhi Tanggal Merah, Siap-Siap Libur Panjang
Benteng yang penduduk namai dengan Benteng Pendem Kebumen ini awalnya kantor dagang VOC.
Setelah jadi benteng, dilengkapi bangunan logistik, barak prajurit, rumah sakit, penjara, dan garasi.
Setelah kemerdekaan, benteng pernah difungsikan untuk barak latihan ABRI.
Tahun 2000 menjadi cagar budaya dan tempat wisata sejarah.
Baca Juga: Pantai di Jogja Tak Pernah Gagal, Lima Spot Sunset Ini yang Selalu Dinanti Wisatawan