Kabar BUMN - Di zaman dulu, salah satu ciri kerajaan besar jika mampu membangun candi, contohya Kerajaan Majapahit.
Kerajaan besar Nusantara yang berpusat di Mojokerto ini membangun banyak candi di sekitar pusat kota.
Candi warisan kerajaan Majapahit merupakan candi Hindu-Buddha.
Ukurannya tidak terlalu besar, dicirikan dengan bangunan yang terbuat dari batu bata berwarna terakota.
Baca Juga: 5 Jajanan Tradisional Jawa Timur, Autentisitas Rasa dan Kekayaan Bahan Lokal
Candi Wringin
Candi ini berada di Lawang, Trowulan, Mojokerto.
Namanya dari kata wringin yang berarti pohon beringin dan lawang yang berarti pintu.
Dinamakan demikian karena saat ditemukan terdapat bagian akar pohon beringin yang menembus struktur candi.
Baca Juga: Kalau Perusahaan Membolehkan Power Nap di Kantor, Ini Panduannya Supaya Tidur Bisa Optimal
Candi Wringin memiliki tinggi 15,50 meter, panjang 13 meter, dan lebar 11,5 meter.
Bentuknya candi bentar atau gapura yang tidak beratap, terbuat dari bata merah, menghadap ke barat.
Dipercaya pada zaman dulu bangunan ini salah satu pintu gerbang masuk ke ibu kota Majapahit.
Baca Juga: Perhatian! Selama Februari 2026, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Sementara
Candi Brahu
Namanya diambil dari singkatan bajang dan ratu. Bajang artinya kecil dan ratu artinya pemimpin.