ragam

Candi-candi Warisan Kerajaan Majapahit di Mojokerto, Ciri Utamanya Bata Merah yang Tersusun Kokoh

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:30 WIB
Candi Brahu dibangun untuk menghormati dan mengenang Raja Jayanegara yang wafat tahun 1328 Saka. (Tripadvisor/Grace O)

Candi Brahu dibangun untuk menghormati dan mengenang Raja Jayanegara yang wafat tahun 1328 Saka.

Konon raja ini memimpin Majapahit saat masih berumur 15 tahun.

Bentuk candinya seperti gapura dan menjadi pintu gerbang menuju bangunan suci dan sakral.

Baca Juga: 5 Kota di Indonesia Paling Recomended untuk Walking Tour, Ramah Pejalan Kaki dan Menarik Dieksplorasi

Di dalam candi terdapat relief yang dipercaya sebagai penolak bala.

Selain itu di sisi sayap candi ada relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan Sri Tanjung.

Ada pantangan, orang tidak boleh melintas bagian tengah candi dari depan ke belakang.

Bila dilanggar, bisa membawa kesialan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Wisata Alam, Kopeng Treetop Tawarkan Liburan Penuh Tantangan

Candi Tikus berada di Dusun Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. (Wikipedia/Gunawan Kartapranata)

Candi Tikus
Candi Tikus memiliki keunikan karena banguannya berada di bawah tanah.

Candi ini juga menggunakan air sebagai elemen utama.

Bentuknya seperti kolam pemandian suci yang terbuat dari batu bata merah.

Dihiasi dengan pancuran berbentuk bunga teratai.

Baca Juga: Nikmati Ketenangan di Curug Pete Baturraden, Tempat Wisata Sempurna untuk Melepas Penat

Halaman:

Tags

Terkini