Oleh sebab itu, sebagian orang memilih tidak menyajikan kepiting saat makan malam Imlek, karena berharap kehidupan di tahun baru berjalan lurus dan maju.
Baca Juga: Ide Jalan Santai Valentine di Taman Mini Indonesia Indah, Cocok Buat Quality Time Berdua
4. Daging dan Ikan yang Disajikan Terpotong Sembarangan
Penyajian makanan saat Imlek juga sarat aturan.
Daging ayam atau ikan biasanya dihidangkan dalam kondisi utuh sebagai simbol keutuhan keluarga.
Menyajikan dalam kondisi terpotong sembarangan diyakini kurang baik karena dapat dimaknai sebagai perpecahan.
Baca Juga: Liburan Seru di Sentul! Cek Harga Tiket dan Promo Imlek 2026 di JungleLand
5. Makanan yang Berkaitan dengan Angka atau Makna Kurang Baik
Dalam budaya Tionghoa, permainan bunyi kata (homofon) sangat berpengaruh.
Beberapa makanan dengan nama atau pengucapan yang mirip dengan kata bermakna negatif dihindari agar tidak “mengundang” makna tersebut ke dalam kehidupan di tahun baru.
Baca Juga: 10 Twibbon Valentine Day 2026 Gratis Tinggal Download, Cocok Buat Story dan Profil
Tradisi yang Fleksibel, Makna yang Tetap Dijaga
Meski demikian, praktik pantangan ini tidak selalu dijalankan secara kaku.
Generasi muda cenderung memaknainya sebagai simbol budaya, bukan aturan mutlak.
Baca Juga: Mengapa Cokelat dan Valentine Tidak Dapat Dipisahkan? Ini Sejarah dan Alasannya
Namun esensinya tetap sama: menyambut tahun baru dengan harapan terbaik, menjaga harmoni keluarga, dan memohon keberuntungan.
Imlek pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang dimakan atau dihindari, melainkan tentang doa, simbol, dan kebersamaan.
Di balik setiap hidangan yang tersaji—atau sengaja tidak disajikan—tersimpan harapan agar tahun yang baru membawa kelimpahan, kesehatan, dan kebahagiaan.***