Kabar BUMN - Di Asia Tenggara, keturunan Tionghoa di Indonesia termasuk tiga besar terbanyak, bersama Singapura dan Thailand.
Keturunan Tionghoa di Indonesia ini telah tumbuh sejak abad 13.
Sejak saat itu, tradisi, budaya, dan kuliner keturunan Tionghoa ikut memengaruhi masyarakat Indonesia.
Sejarah perjalanan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia ini bisa dipelajari di sejumlah museum peranakan.
Baca Juga: Butuh Kata-kata Imlek? Ini 15 Ucapan Tahun Baru Imlek 2026 yang Siap Dipakai
Museum Potehi Gudo
Museum ini menyimpan beragam koleksi yang berhubungan dengan wayang potehi, wayang asli Tiongkok.
Lokasinya di dalam Klenteng Hong San Kiong, Jombang. Pendirinya Toni Harsono.
Koleksi museum dibawa kakeknya, Tok Su Kwi, seorang dalang wayang dari Tionghoa, pada tahun 1920.
Di tahun itu ia berimigrasi ke Jombang membawa 100 boneka potehi, peralatan pentas, dan panggung kayu.
Baca Juga: Libur Imlek 2026 di Magelang? Intip Serunya Taman Kyai Langgeng dan Harga Tiket Terbarunya
Semuanya masih terjaga baik di museum, ditambah beberapa koleksi wayang dengan desain modern.
Toni juga meneruskan keahlian dalang wayang potehi dan secara berkala menampilkan pagelaran.
Museum Wayang Potehi Gudo di jalan Raya Gudo-Blimbing no 156, Bumi Arjo, Gudo, Jombang, Jawa Timur.
Baca Juga: Ide Jalan Santai Valentine di Taman Mini Indonesia Indah, Cocok Buat Quality Time Berdua
Artikel Terkait
10 Klenteng Terindah di Indonesia, Punya Arsitektur Menarik Khas Tionghoa
Cari Liburan Imlek 2026? Tiga Spot Bernuansa Tionghoa di Jabodetabek Ini Bisa Jadi Pilihan
Rayakan Imlek 2026 di Jogja: 5 Destinasi Bernuansa Tionghoa yang Seru untuk Keluarga
Telusur Sejarah Ratusan Tahun Perkembangan Masyarakat Tionghoa di Museum Tionghoa Soekaboemi
Liem Heritage, Rembang, Jejak Perjalanan Masyarakat Tionghoa Setelah Geger Pecinan Batavia