ragam

Masjid Tjia Kang Ho, Didirikan Keturunan Tionghoa dan Bangunannya Sering Dikira Klenteng

Senin, 23 Februari 2026 | 15:30 WIB
Bangunan Masjid Tjia Kang Hoo didominasi warna merah yang menjadi ciri khas arsitektur Tionghoa. (Google/Rhevanie Atria Toana)

Karena itu juga arstitektur masjid mencerminkan tiga budaya sekaligus, Tionghoa, Betawi dan Islam.

Baca Juga: Ngabuburit Bermanfaat, 7 Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Menjelang Berbuka Puasa

Bangunannya sarat makna
Masjid berdiri dilahan seluas 793 meter persegi dan luasnya sekitar 297,5 meter persegi.

Masjid dibangun memadukan budaya Betawi dan Tionghoa.

Atap masjidnya terdiri atas lima pagoda yang mewakili lima rukun Islam.

Baca Juga: 5 Hal yang Sering Dikira Membatalkan Puasa Padahal Tidak

Pada bagian atap utama, pagodanya terdiri atas tiga susun yang mengambarkan kerangka agama Islam.

Pada bagian lain, terdapat pagoda kecil yang terdiri atas dua susun dengan makna mendalam.

Yakni, untuk mencapai kebahagian dunia akhirat perlu hubungan dengan Allah, manusia, dan mahluk hidup lain.

Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum dengan Sengaja

Perpaduan tiga unsur
Bangunan Masjid Tjia Kang Hoo didominasi warna merah yang menjadi ciri khas arsitektur Tionghoa.

Tidak heran kalau banyak orang menyangka bangunan ini sebuah klenteng.

Untuk elemen penunjang dan akesoris masjid mengambil dari budaya Betawi.

Baca Juga: Libur Ramadan 2026 di Jakarta? Cek Info Terbaru Dufan Mulai Jam Buka hingga Harga Tiketnya

Ini tampak dari hiasan lisplang (papan panjang pada pinggir atap) yang mengunakan motif gigi balang.

Halaman:

Tags

Terkini