Nasi jangkrik
Dipopulerkan Sunan Kudus, kuliner asal Kudus ini awalnya dinamai nasi menoro.
Karena dihidangkan sore menjelang malam, saat jangkrik berbunyi, akhirnya dinamakan nasi jangkrik.
Nasi jangkrik dulu bagi-bagikan Sunan Kudus saat berdakwah di Menara Kudus.
Baca Juga: Rekomendasi Buah Segar yang Rendah Kadar Gula untuk Membatalkan Puasa
Porsinya dibuat kecil agar semua orang kebagian.
Menunya terdiri atas suwir daging kerbau, kuah santan, dan aneka bumbu rempah.
Nasi dibungkus daun jati agar awet dan aromanya harum.
Penggunaan daging kerbau karena dulu banyak umat Hindu yang tidak makan daging sapi.
Baca Juga: Tips Aman Puasa untuk Penderita GERD, Perhatikan Pola Makanmu
Docang
Kisah kesaktian Wali Songo bisa terlihat dari sejarah docang yang populer di Cirebon.
Pada saat itu ada seorang pangeran di Cirebon yang membenci para wali dan berencana meracuninya.
Ia membuat makanan dari sisa-sisa lauk para sultan untuk Wali Songo. Sebelumnya dicampur racun dulu.
Baca Juga: 5 Menu Tradisional untuk Berbuka Puasa di Negara-negara Timur Tengah
Anehnya makanan tersebut tidak membuat tewas, malah para wali menyukainya.