Kabar BUMN - Keberadaan agama Islam di Pulau Jawa tidak lepas dari peran besar Wali Songo di abad 15-16.
Wali Songo menyebarkan agama melalui pedekatan budaya dan tradisi lokal, termasuk kulinernya.
Hebatnya sampai sekarang kuliner ini kerap hadir di perayaan agama Islam, seperti saat Ramadan.
Ada yang sudah langka, hanya bisa dijumpai saat Ramadan saja, juga bisa dinikmati sehari-hari.
Baca Juga: Jelajahi Lawang Sewu, Ikon Bersejarah Semarang dengan Promo Spesial Ramadan 2026
Caos dhahar lorogending
Kuliner asal Demak, Jawa Tengah ini dipopulerkan Sunan Kalijaga.
Caos dhahar lorogending selalu disajikan saat perayaan keagamaan Islam, terutama bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Menu ini berupa nasi golong, urap daun mengkudu, trancam terong, kacang panjang, sayur daun kelir, dan bubuk kedelai.
Baca Juga: Ini Yang Harus Dipersiapkan Bila Mendaki Gunung di Bulan Ramadan
Untuk lauknya terdiri atas gereh petek bakar, pecel lele, dan ingkung ayam jago.
Caos Dhahar lorogending sudah langka dan hanya biasa ditemukan pada acara tertentu saja.
Selain hari raya, biasanya juga dibuat saat warga Kadilangu, Demak, mengadakan selamatan.
Juga saat perayaan tahlil di makam Sunan Kalijaga.
Baca Juga: Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia
Artikel Terkait
4 Masjid Tertua di Indonesia, Bukti Abad Penyebaran Agama Islam dan Kehadiran Wali Songo
Wisata Religi di Bulan Ramadan Sekaligus Berziarah ke Makam Para Wali di Pekalongan
Keragaman Rasa 6 Kuliner Khas Gresik, Salah Satunya Sudah Sejak Zaman Wali Songo
Fakta Menarik Kolak yang Ternyata Sarat Filosofi dan Dulu Media Dakwah Para Wali
Masjid Gedhe Mataram, Masjid Tertua yang Dibangun Wali Songo di Pulau Jawa
4 Makam Wali Songo yang Menjadi Wisata Religi Populer di Bulan Ramadan