ragam

Mudik dengan Kendaraan Listrik, Ketahui Tantangan dan Strategi Tepat di Perjalanan

Minggu, 1 Maret 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi - Tips dan strategi mudik menggunakan mobil listrik. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, termasuk saat musim mudik Lebaran.

Di tengah semangat pulang kampung, mobil listrik kini tak lagi sekadar simbol gaya hidup ramah lingkungan, tetapi menjadi pilihan transportasi jarak jauh yang semakin realistis.

Namun, mudik dengan kendaraan listrik tentu memiliki tantangan tersendiri.

Perencanaan matang menjadi kunci agar perjalanan tetap lancar, aman, dan nyaman.

Baca Juga: Strategi Tidur di Bulan Ramadan, Rahasia Tetap Bugar dan Fokus Tanpa Mengantuk Saat Puasa

Infrastruktur SPKLU Jadi Penentu

Salah satu faktor utama dalam mudik dengan mobil listrik adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Operator seperti PLN terus memperluas jaringan SPKLU di jalur tol Trans Jawa dan beberapa ruas strategis lainnya.

Meski jumlahnya terus bertambah, pemudik tetap perlu mengecek lokasi SPKLU sebelum berangkat.

Aplikasi peta digital dan platform resmi penyedia SPKLU dapat membantu memantau titik pengisian daya serta estimasi waktu pengisian.

Baca Juga: 4 Masjid Tertua di Dunia, Kebanyakan di Timur Tengah

Waktu Pengisian Lebih Lama, Perlu Strategi

Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil yang bisa mengisi penuh dalam hitungan menit, mobil listrik membutuhkan waktu lebih lama, tergantung kapasitas baterai dan jenis charger yang digunakan.

Fast charging memang mempercepat proses, tetapi tetap membutuhkan waktu sekitar 30–60 menit untuk pengisian signifikan.

Karena itu, pemudik disarankan:

  • Mengisi daya hingga 80–90 persen sebelum berangkat
  • Tidak menunggu baterai terlalu rendah
  • Menggabungkan waktu pengisian dengan istirahat makan atau salat

Strategi ini membuat waktu tunggu terasa lebih efisien dan tidak mengganggu ritme perjalanan.

Halaman:

Tags

Terkini