Kuat Berpuasa Bukan Alasan untuk Melewatkan Sahur, Ini Alasannya!

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:00 WIB
Sahur berperan besar dalam menjaga kesehatan dan produktivitas saat puasa. Jangan anggap remeh waktu makan ini. (Freepik)
Sahur berperan besar dalam menjaga kesehatan dan produktivitas saat puasa. Jangan anggap remeh waktu makan ini. (Freepik)

Kabar BUMN - Saat bangun terasa berat dan kamu merasa masih sanggup berpuasa tanpa makan lebih dulu, godaan untuk melewatkan sahur memang besar.

Apalagi jika semalam tidur terlalu larut atau merasa tubuh sudah terbiasa menahan lapar. Namun, meninggalkan sahur bukan pilihan yang bijak untuk kesehatanmu.

Sahur bukan sekadar formalitas sebelum imsak. Waktu makan ini memiliki peran penting dalam menjaga energi, konsentrasi, dan kestabilan tubuh selama menjalani puasa seharian.

Baca Juga: Magang Marketing Onsite di Jakarta Timur, Cek Syarat dan Tanggal Pentingnya!

Sahur Bantu Jaga Energi Lebih Stabil

Ketika kamu berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Sahur menjadi “bahan bakar” awal yang akan digunakan tubuh untuk beraktivitas hingga waktu berbuka.

Tanpa sahur, tubuh lebih cepat kehabisan cadangan energi. Akibatnya, kamu bisa merasa lemas, sulit fokus, mudah mengantuk, bahkan berisiko mengalami penurunan gula darah, terutama jika aktivitasmu cukup padat.

Baca Juga: Menyambut 10 Malam Terakhir Ramadan: Ini 5 Masjid di Jakarta yang Nyaman untuk Iktikaf

Mencegah Dehidrasi dan Gangguan Pencernaan

Selain makan, sahur juga penting untuk memenuhi kebutuhan cairan. Jika kamu melewatkan sahur, waktu minum jadi lebih singkat sehingga risiko dehidrasi meningkat.

Tak hanya itu, perut kosong terlalu lama bisa memicu asam lambung naik pada sebagian orang. Dengan sahur yang tepat, sistem pencernaan tetap bekerja lebih stabil dan tubuh terasa lebih nyaman sepanjang hari.

Baca Juga: Besok Ditutup! Lowongan Ticketing GDPS di Citilink Denpasar, Minimal SMA

Tetap Kuat Bukan Berarti Tak Butuh Sahur

Mungkin kamu merasa “baik-baik saja” meski tanpa sahur. Tapi kondisi tubuh yang tampak kuat belum tentu ideal untuk jangka panjang.

Puasa yang dijalani dengan pola makan tidak teratur bisa berdampak pada:

  • Penurunan konsentrasi

  • Mudah tersinggung karena gula darah turun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini