ragam

Bedug Tertua di Indonesia, Umurnya Lebih dari 200 Tahun

Senin, 9 Maret 2026 | 11:30 WIB
Bedug di Masjid Al Osmani, salah satu masjid tertua di Medan, yang telah digunakan sejak tahun 1870. (Facebook/Melayoe Soematra Timoer)

Bedug dibuat sekitar abad 15 pada masa Sunan Kalijaga, pemberian Nyai Pringgit dari Kulon Progo.

Konon Sultan Kalijaga melihat pohon di rumah Nyai Pringgit.

Ia mengharapkan bila pohon tersebut sudah besar ingin kayunya menjadi kerangka bedug.

Baca Juga: Daftar Menu Buka Puasa yang Wajib Dihindari Penderita Asam Lambung 

Setelah pohon ditebang, Nyai Pringgit menggendong sendiri bedug ini dari Kulon Progo sampai Bantul.

Bedug Nyai Pringgit memiliki diameter 1 meter.

Nyai Pringgit kemudian diangkat menjadi abdi dalem oleh Sunan.

Keturunannya pun diberi hak tinggal di sekitar Masjid Gede Mataram dan jadi pengurus masjid.

Baca Juga: Selikuran, Tradisi Jawa dalam Menyambut Malam Lailatul Qadar

permukaan kulit bedug di Masjid Jami Sabilul terdapat bagian yang bolong. Meskipun sudah diganti berkali-kali tapi selalu saja bolong lagi. (banggabersarung.com)

Bedug di Masjid Jami Sabilul Huda
Ini bedug tertua di Indonesia. Lokasinya di Masjid Jami Sabilul Huda, Desa Benda, Karangampel, Indramayu.

Bedug dibuat Sunan Welang sekitar tahun 1692 dengan ukuran 1 meter diameter 60 sentimeter.

Begug terbuat dari kayu sidaguri dan bagian untuk memukulnya terbuat dari kulit kerbau.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Menu Buka Puasa yang Aman untuk Penderita Asam Lambung

Pada bagian dalam bedug tertera tulisan dalam bahasa Arab.

Bedug menghasilkan suara yang sangat kuat. Konon bisa terdengar sampai Cirebon.

Halaman:

Tags

Terkini