Bedug dibuat sekitar abad 15 pada masa Sunan Kalijaga, pemberian Nyai Pringgit dari Kulon Progo.
Konon Sultan Kalijaga melihat pohon di rumah Nyai Pringgit.
Ia mengharapkan bila pohon tersebut sudah besar ingin kayunya menjadi kerangka bedug.
Baca Juga: Daftar Menu Buka Puasa yang Wajib Dihindari Penderita Asam Lambung
Setelah pohon ditebang, Nyai Pringgit menggendong sendiri bedug ini dari Kulon Progo sampai Bantul.
Bedug Nyai Pringgit memiliki diameter 1 meter.
Nyai Pringgit kemudian diangkat menjadi abdi dalem oleh Sunan.
Keturunannya pun diberi hak tinggal di sekitar Masjid Gede Mataram dan jadi pengurus masjid.
Baca Juga: Selikuran, Tradisi Jawa dalam Menyambut Malam Lailatul Qadar
Bedug di Masjid Jami Sabilul Huda
Ini bedug tertua di Indonesia. Lokasinya di Masjid Jami Sabilul Huda, Desa Benda, Karangampel, Indramayu.
Bedug dibuat Sunan Welang sekitar tahun 1692 dengan ukuran 1 meter diameter 60 sentimeter.
Begug terbuat dari kayu sidaguri dan bagian untuk memukulnya terbuat dari kulit kerbau.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Menu Buka Puasa yang Aman untuk Penderita Asam Lambung
Pada bagian dalam bedug tertera tulisan dalam bahasa Arab.
Bedug menghasilkan suara yang sangat kuat. Konon bisa terdengar sampai Cirebon.