ragam

Kampung Wisata di Surabaya yang Menghadirkan Suasana Jadul dan Tradisional di Tengah Kota

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:00 WIB
Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Surabaya, langgar tua tempat Presiden Soekarno semasa kecil belajar mengaji. (tourism.surabaya.go.id)

Ia mengajak warga untuk belajar membatik sebagai cara menambah penghasilkan.

Sekarang ada 25 warga yang terlibat dalam pembuatan Batik Tin Gundih.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Lailatul Qadar Lengkap 2 & 4 Rakaat Ramadan 2026

Mereka memproduksi batik tulis dengan bentuk kain atau sudah menjadi pakaian.

Hasil produksinya dipajang di Galeri Batik, sebagian lagi dipasarkan di luar kampung.

Kampung ini dilengkapi gazebo, area permainan tradisional, yang membuat anak-anak kampung bisa bermain.

Kampung Ceria dan Batik Tin Gundih beralamat di jalan Sumber Mulyo IV, Gundih, Bubutan, Surabaya.

Baca Juga: Minimarket yang Menawarkan Minuman Kopi Murah Tapi Rasanya Tidak Kalah dari Kafe

Kampung Hijau Jambangan merupakan salah satu kampung percontohan hijau. (@surabayaselatan via pojokbaca.id)

Kampung Hijau Jambangan
Kampung Hijau Jambangan merupakan salah satu kampung percontohan hijau.

Di setiap sudut kampung penuh dengan bunga-bunga dan pepohonan.

Awalnya ini kampung kumuh dan padat penduduk yang kemudian diperbaiki dan dipercantik.

Pengunjung bisa melhat beragam kegiatan lingkungan warga.

Baca Juga: Mengapa Allah Merahasiakan Malam Turunnya Lailatul Qadar?

Seperti pemilahan sampah, termasuk pusat kerajinan daur ulang.

Di kampung juga bisa wisata kuliner sampai melihat kesenian tari topeng dan musik gamelan.

Halaman:

Tags

Terkini