Kampung Wisata di Surabaya yang Menghadirkan Suasana Jadul dan Tradisional di Tengah Kota

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Maret 2026 | 13:00 WIB
Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Surabaya, langgar tua tempat Presiden Soekarno semasa kecil belajar mengaji. (tourism.surabaya.go.id)
Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Surabaya, langgar tua tempat Presiden Soekarno semasa kecil belajar mengaji. (tourism.surabaya.go.id)

Kampung Hijau Jambangan beralamat di jalan Jambangan 2A/1B, Surabaya.

Baca Juga: 3 Pet Hotel di Jakarta, Tempat Paling Nyaman untuk Menitipkan Hewan Kesayangan Saat Mudik

Kampung Lawas Maspati
Kampung Lawas Maspati menawarkan wisata budaya, sejarah, dan lingkungan.

Kampung ini sudah muncul sejak abad 18. Saat itu Surabaya bagian dari Kerajaan Mataram.

Kampung Lawas Maspati menjadi tempat tinggal para pejabat tinggi di Keraton Surabaya.

Pada masa penjajahan, kampung ini berubah jadi kampung suasana kolonial.

Baca Juga: Anti Mual di Jalan! Simak 7 Tips Mengatasi Mabuk Perjalanan Saat Mudik Naik Bus

Bangunan-bangunan lama dengan arsitektur bergaya kolonial ini masih dipertahankan.

Begitu pula bangunan bersejarah, seperti rumah Raden Sumomiharjo dulu mantri kesehatan dan keturunan Keraton Solo.

Kemudian Sekolah Ongko Loro yang bekas Sekolah Rakyat, dan bangunan markas tentara tahun 1907.

Kampung Lawas Maspati di jalan Maspati Gang V RW VI, Bubutan, Surabaya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini