ragam

4 Tradisi Syawalan di Indonesia, Menyambut Indahnya Bulan Syawal

Jumat, 20 Maret 2026 | 18:30 WIB
Lebaran topat dilakukan suku Sasak di Lombok. Dalam bahasa Sasak topat artinya ketupat. (travellingindonesia.com)

Tradisi ini muncul sejak abad ke 13 atau di kali pertama masuknya Islam di Lampung.

Sekura mendapat pengaruh kuat dari Kesultanan Banten. Diadakannya antara tanggal 1 sampai 7 Syawal.

Baca Juga: Waspadai 6 Penyakit yang Sering Kambuh Usai Lebaran, Jaga Pola Makan Agar Terhindar dari Gangguan Kesehatan

Sekura adalah parade orang yang menutupi wajah dengan topeng, umumnya terbuat dari kayu.

Bisa juga hanya menutupi wajah dengan kain, kacamata, atau mewarnai wajah, selama wajah asli tidak terlihat.

Peserta parade akan berkeliling dari rumah ke rumah. Selesai acara semua berkumpul dan makan bersama-sama.

Baca Juga: 8 Kuliner Lebaran Paling Ikonik di Indonesia, Ada Favoritmu?

Grebeg Syawal Yogyakarta, Tradisi Rebutan Gunungan Penuh Berkah

Grebeg Syawal
Ini salah satu tradisi Syawalan yang populer dan sukses menarik wisatawan.

Grebeg Syawalan dilakukan Keraton Yogyakarta, Solo, dan Cirebon. Acara digelar setelah puasa sunah 6 hari.

Meskipun mirip tapi antara tiga keraton ini terdapat sedikit perbedaan urutan acaranya.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Meski Banyak Makan Usai Lebaran

Di acara ini keraton membuat gunungan yang berisi hasil bumi.

Di Keraton Yogyakarta, gunungan diarak dari keraton sampai ke Masjid Gede Kauman.

Puncak acara, hasil gunungan diperebutkan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini