Calon pembeli sebaiknya menanyakan usia hewan kepada penjual dan memastikan hewan telah memenuhi syarat untuk dikurbankan.
Baca Juga: Kendala Teknis yang Sering Dihadapi Saat Melakukan WFH dan Cara Mengatasinya
3. Pilih Hewan yang Tidak Cacat
Hewan kurban tidak boleh memiliki cacat yang dapat mengurangi kelayakannya, seperti buta, telinga rusak parah, tanduk patah besar, atau tubuh yang terlalu kurus hingga tulangnya menonjol.
Memilih hewan yang sehat dan tidak cacat bukan hanya memenuhi syarat ibadah, tetapi juga mencerminkan kualitas kurban yang diberikan.
Baca Juga: Ruwatan Akbar Kembali Digelar di TMII, Terbuka untuk Masyarakat Umum
4. Cek Nafsu Makan dan Kondisi Kotoran
Nafsu makan hewan dapat menjadi indikator kesehatan.
Hewan yang sehat biasanya lahap makan dan minum dengan normal.
Selain itu, perhatikan kondisi kotorannya. Kotoran yang terlalu cair bisa menjadi tanda gangguan pencernaan atau penyakit tertentu.
Baca Juga: Jelajah Sungai Amazon di Jakarta: Pengalaman Seru di Faunaland Ancol
5. Beli di Tempat Terpercaya
Masyarakat disarankan membeli hewan kurban di peternak atau lapak terpercaya yang menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak.
Lapak yang baik biasanya memiliki lingkungan bersih, hewan dirawat dengan baik, serta menyediakan informasi jelas mengenai asal dan kondisi ternak.
Baca Juga: Liburan ke Baduy Kini Lebih Mudah, DAMRI Hadirkan Promo Naik Bus Mulai Rp1
6. Sesuaikan dengan Budget dan Kebutuhan
Harga hewan kurban biasanya bervariasi tergantung jenis, ukuran, dan kondisi hewan.
Karena itu, penting untuk menyesuaikan pilihan dengan kemampuan finansial tanpa memaksakan diri.
Bagi masyarakat yang ingin berkurban sapi secara patungan, pastikan jumlah peserta dan pembagian sesuai ketentuan syariat.