ragam

Koleksi Unik Perpustakaan Medayu Agung, Surabaya, dari Koran dan Buku Sejak Abad 19

Senin, 25 Mei 2026 | 15:30 WIB
Dari luar bangunan Perpustakaan Medayu Agung seperti rumah biasa sehingga sering membuat pengunjung terlewatkan. (Kumparan/Elisa Mega Oktavia)

Baca Juga: 20 Ide Caption Instagram Bertema Iduladha, Cocok untuk Foto Kurban atau Momen Kumpul Keluarga

Koleksi Perpustakaan Medayu Agung dulu koleksi pribadi Oei Hiem Hwie, seorang sejarawan dan mantan wartawan Surabaya di masa Orde Lama. (Dok. Karyakarsa via tatkala.co)

Koleksi buku langka
Perpustakaannya tidak terlalu besar tapi koleksinya luar biasa, sekitar 25.000 buku dari berbagai bahasa.

Mulai bahasa Indonesia, Melayu, Jawa, Belanda, Jerman, Prancis, dan Tiongkok.

Koleksinya sebagian besar milik Oei Him Hwie.

Baca Juga: 3 Tempat Makan Rawon di Malang, Sejak Dulu Rasanya Tidak Berubah

Dulu ia bekerja sebagai wartawan sejak 1962 di Koran Trompet Masjarakat Malang.

Hwie meninggal tahun 2025 dan sekarang perpustakaan dikelola keturunannya.

Perpustakaan terdiri atas dua lantai. Lantai pertama saja terbagi atas dua ruangan.

Yaitu ruang koleksi khusus yang fokus pada subjek sejarah, naskah asli milik Pramoedya Ananta Toer.

Baca Juga: Tips Mengatur Uang Pesangon Setelah di-PHK dan Tidak Langsung Mendapat Pekerjaan Baru

Lalu tentang Soekarno, pembauran, dan integritas etnis Tionghoa di Indonesia.

Ruang kedua, berisi koleksi terbitan buku langka.

Sementara lantai dua fokuskan ke koleksi yang berhubungan dengan Presiden Soekarno, bundel majalah, dan koran tua.

Baca Juga: Anti Burnout, Ini Cara Kerja Lebih Efektif dan Teratur

Koran terbitan Jerman tahun 1936. (junantoherdiawan.com)

Halaman:

Tags

Terkini