Di kawasan ini terdapat berbagai kerucut gunung api aktif, aliran lava purba, hingga formasi geologi yang menjadi objek penelitian.
Beberapa alasan Ijen mendapat pengakuan dunia antara lain:
- Memiliki fenomena blue fire yang sangat langka
- Menyimpan bentang alam vulkanik dengan nilai geologi tinggi
- Menjadi rumah bagi ekosistem tropis yang beragam
- Berhasil menggabungkan konservasi alam dengan aktivitas masyarakat lokal
- Menjaga warisan budaya yang masih hidup hingga kini
Baca Juga: InJourney Hospitality Raih Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2026 Berkat Implementasi ESG
Kehidupan Penambang Sulfur Jadi Warisan Hidup
Pemandangan khas lain di Kawah Ijen adalah aktivitas penambang sulfur tradisional. Para pekerja ini setiap hari turun ke dasar kawah untuk mengambil bongkahan belerang sebelum membawanya melewati jalur terjal menuju area penimbangan.
Aktivitas tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian penting dari identitas sosial masyarakat sekitar Ijen.
Kehadiran para penambang bahkan dinilai sebagai bagian dari living heritage atau warisan hidup yang memperkuat nilai geopark tersebut.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem Bisa Bikin Demam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Budaya Lokal Turut Menguatkan Identitas Ijen
Keistimewaan Kawah Ijen tidak hanya berasal dari aspek geologi, tetapi juga budaya masyarakat sekitar. Di Banyuwangi, masyarakat Osing masih menjaga berbagai tradisi yang memiliki keterkaitan erat dengan alam.
Berbagai agenda budaya seperti Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival turut memperkuat identitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga lewat sektor wisata.
Selain itu, kawasan sekitar Ijen juga memiliki perkebunan kopi peninggalan masa kolonial yang kini berkembang menjadi wisata edukasi dan agrowisata.
Baca Juga: Tambah Daya Listrik Lebih Murah! Promo Diskon 50 Persen PLN Masih Berlangsung
Arah Baru Wisata Berkelanjutan
Setelah memperoleh pengakuan dari UNESCO, kawasan Geopark Ijen kini diarahkan menjadi contoh wisata berkelanjutan di Indonesia.
Pemerintah daerah mulai mengembangkan konsep geowisata yang menekankan edukasi lingkungan, konservasi alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Grup Kolaborasi dengan Perusahaan Teknologi Swiss
Pengelolaan wisata pun semakin diperhatikan agar tidak mengganggu ekosistem vulkanik yang sensitif.