Kabar BUMN - Konsep peduli lingkungan, salah satunya dengan mengurangi jumlah sampah, bisa diterapkan setiap saat.
Di keseharian, misalnya, sekalipun terbiasa makan di luar atau makan bungkus, orang tetap bisa menghindari menambah sampah.
Cukup pastikan ini dilakukan secara konsisten, setiap saat akan makan di luar atau waktu wisata kuliner.
Baca Juga: Kekayaan Kuliner Malaysia yang Berbahan Gula Aren, Kombinasi Rasa Gurih dan Manis
Makan di tempat
Saat wiskul, orang sering makan sambil jalan sehingga biasanya akan take away atau minta dibungkus.
Ketika membeli beragam jenis makanan, setiap jenis ini tentu akan dibungkus secara terpisah.
Stop! Cobalah makan di tempat, dengan begitu saat dihidangkan makanan ditaruh di piring dan gelas.
Selain itu, makan di tempat juga baik untuk pencernaan karena orang bisa mengontrol yang dikonsumsinya.
Baca Juga: Rekomendasi Resep Daging Kambing Kurban Tanpa Santan, Tetap Lezat dan Lebih Sehat
Tidak menggunakan sedotan
Sedotan merupakan salah satu sampah plastik yang paling berbahaya.
Ukurannya kecil sehingga mudah hanyut di air, dan sering melukai hewan-hewan di sungai dan laut.
Hindari penggunaan sedotan saat sedang kulineran.
Bila tidak mau minuman tumpah, bawa sedotan stainless stess atau dari bambu yang bisa dicuci ulang.
Baca Juga: Fakta Menarik Gula Aren, Pemanis yang Sedang Menjadi Andalan Makanan-Minuman Kekinian
Bawa wadah makanan sendiri
Di Indonesia belum ada larangan penggunaan wadah dari stereofoam meskipun ini termasuk sampaah sulit di-recycle.