ragam

Dipenuhi Umat Buddha Saat Waisak, Ini Candi Bahal, Candi Warisan Kerajaaan Sriwijaya di Pulau Sumatra

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB
Meskipun tidak sebesar candi di Pulau Jawa, Candi Bahal tetap menggambarkan kejayaan kerajaan Sriwijaya. (Instagram/@charismartinpurba)

Kabar BUMN - Selain di Pulau Jawa, penyebaran agama Buddha dan Hindu cukup luas sampai ke Sumatra.

Agama Buddha yang dibawa Kerajaan Sriwijaya itu bisa dibuktikan dengan keberadaan Candi Bahal.

Meskipun tidak sebesar candi di Pulau Jawa, Candi Bahal tetap menggambarkan kejayaan kerajaan Sriwijaya.

Candi Bahal juga sering menjadi lokasi perayaan Waisak di Sumatra setiap tahunnya.

Baca Juga: Kenapa Ada Kandidat Cepat Dipanggil Interview? Ini 9 Kualifikasi yang Biasanya Dicari Perusahaan

Candi Buddha Vajrayana
Candi berukuran kecil ini berada di Desa Bahal, Portibi, Padang Lawas Utara, Sumatra Utara.

Jaraknya sekitar 400 kilometer atau 10 jam dari Medan.

Kota terdekat yaitu Gunung Tua, yang merupakan ibu kota Kabupaten Padang Lawas.

Baca Juga: Kalender Juni 2026: Cek Tanggal Merah dan Peluang Long Weekend untuk Rencana Liburanmu

Diberi nama Candi Bahal karena ditemukan di Desa Bahal. Kadang disebut juga Candi Portibi.

Candi ini bercorak Buddha aliran Vajrayana, sebuah aliran yang banyak dianut di Asia Tenggara.

Candi Bahal diperkirakan didirikan antara abad ke 11 - 13 pada masa Kerajaan Pannai.

Baca Juga: Hari Ini Borobudur Jadi Magnet Wisatawan, Ini Agenda Lengkap Puncak Waisak 2026

Kerajaan tersebut ditaklukan dan kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Sriwijaya.

Salah satu ciri candi warisan Kerajaan Sriwijaya adalah candi dibangun di pinggir sungai.

Candi Bahal berada di dekat aliran Sungai Batang Pate.

Halaman:

Tags

Terkini