ragam

4 Kawasan Cagar Biosfer di Indonesia yang Dilindungi UNESCO

Minggu, 31 Mei 2026 | 18:30 WIB
Gunung Leuser, Aceh, masuk dalam cagar biosfer yang diakui UNESCO sejak tahun 1981. (Jennaira)

Gunung ini termasuk dalam cagar biosfer yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 1981.

Gunung Leuser memiliki ekosistem hutan hujan tropis yang lengkap.

Luasnya 1.094.692 hektare, terbentang di antara Provinsi Aceh dan Sumatra Utara.

Baca Juga: Kalender Juni 2026: Cek Tanggal Merah dan Peluang Long Weekend untuk Rencana Liburanmu

Hutan di Gunung Leuser menyimpan banyak satwa langka yang dilindungi.

Di antaranya, harimau Sumatra, gajah, badak dan orangutan.

Sementara tumbuhan langka yang dilindungi lebih banyak.

Yaitu, pohon payung raksasa, liana, bunga parasit berdiameter 1,5 meter, dan rafflesia atjehensi.

Baca Juga: Hari Ini Borobudur Jadi Magnet Wisatawan, Ini Agenda Lengkap Puncak Waisak 2026

Penyu sisik, salah satu jenis penyu langka ini dapat ditemukan di Taman Laut Bunaken. (goodnewsfromindonesia.id)

Taman Laut Bunaken Tangkoko
Tidak sebatas hutan, wilayah perairan pun bisa masuk sebagai cagar biosfer yang dilindungi.

Contohnya Taman Laut Bunaken yang baru ditetapkan UNESCO pada tahun 2020.

Taman laut ini dikenal memiliki ekosistem vulkanik dengan 746.405 hektare habitat darat dan laut.

Baca Juga: TMII Gelar Pekan Raya Budaya hingga 1 Juni 2026, Ada Tari Kecak dan Ratoh Jaroe

Tempat ini jadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang, 3.000 spesies ikan, rumput laut, dan alga.

Halaman:

Tags

Terkini