Teknologi PreciX Bantu Dorong Swasembada Pangan Lewat Pertanian Presisi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 16:00 WIB
Pupuk Indonesia terapkan teknologi PreciX pertanian presisi, tingkatkan produktivitas panen padi hingga 13,5 persen untuk swasembada pangan. (Dok. PT Pupuk Indonesia )
Pupuk Indonesia terapkan teknologi PreciX pertanian presisi, tingkatkan produktivitas panen padi hingga 13,5 persen untuk swasembada pangan. (Dok. PT Pupuk Indonesia )

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin memperkuat upayanya dalam mendukung swasembada pangan melalui teknologi pertanian presisi bernama "PreciX."

Berbagai keberhasilan dicapai, salah satunya dalam kegiatan "Panen Riset PreciX - Agrosolution" di Desa Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, yang berlangsung Kamis lalu (24/10/2024).

Pada demplot yang luasnya 11,68 hektare di Sukamandi, panen padi mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga: Liburan Bersama Keluarga di Solo: Rekomendasi Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi

Jika metode tanam konvensional menghasilkan rata-rata 5,1 ton per hektare, penerapan teknologi presisi ini meningkatkan hasil menjadi 5,6 ton per hektare.

Hasil ini mencatatkan peningkatan produktivitas sebesar hampir 10 persen.

"Teknologi pertanian presisi ini utamanya bertujuan untuk mendukung program Pemerintah dalam mencapai swasembada pangan di Indonesia," ungkap Gita Bina Nugraha, SVP Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI) Pupuk Indonesia, saat menghadiri panen di Sukamandi.

Baca Juga: Brantas Abipraya Raih Penghargaan di Asian Water Awards 2024, Jadi Satu-satunya BUMN Konstruksi yang Torehkan Prestasi di Ajang Se-Asia Ini

Teknologi ini dinilai dapat memberikan kontribusi besar bagi kemandirian pangan nasional.

Melalui Program Agrosolution, yang mengintegrasikan pertanian presisi dengan berbagai stakeholder, Pupuk Indonesia berupaya mendorong peningkatan panen yang berkelanjutan.

Langkah ini memberikan keuntungan lebih tidak hanya pada hasil panen tetapi juga pada peningkatan pendapatan petani.

Program ini membantu petani dari proses hulu hingga hilir dengan dukungan perbankan, asuransi, dan pihak offtaker, yang memastikan pendapatan petani ikut naik, rata-rata mencapai sekitar 11 persen dari hasil demplot.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Melestarikan Lingkungan, Telkom Gelar Kompetisi Bumi Berseru Fest, Dibuka 14 Oktober-15 November 2024

"Dengan kombinasi teknologi dan dukungan stakeholder, petani tidak hanya meraih hasil yang lebih banyak, namun hasilnya juga lebih menguntungkan," jelas Gita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini