Kemunculan e-MARS dan VENUS berawal dari gagasan banyaknya sumur idle di WK Rokan dan rendahnya minyak dengan metode lama, utamanya di Minas.
“Para perwira PHR membuktikan teknologi dan cara berpikir baru dapat mengungkap cadangan minyak dari lapangan tua,” ujar Executive Vice President (EVP) Upstream Business Andre Wijanarko.
PHR dikenal sebagai produsen minyak berkualitas tinggi. Minas, adalah penghasil minyak ringan dengan kualitas baik rendah sulfur atau dikenal sebagai Sumatran Light Crude (LSC).
Baca Juga: TASPEN Raih Dua Penghargaan Top Digital Award 2024 atas Inovasi Teknologi dan Transformasi Digital
Sementara di Duri, minyak berat mengandung tar dan aroma belerang.
Kini, lebih dari 11 miliar barel minyak mentah telah diproduksi tidak hanya dari lapangan Minas, tapi juga sejumlah lapangan-lapangan besar, di antaranya Duri, Bangko, Bekasap, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Pagar.
Dengan kegiatan pengeboran yang aktif, produksi minyak Pertamina Hulu Rokan saat ini mencapai 160 ribu barrel oil per hari.***
Artikel Terkait
PHR Terima 27 Sertifikat Lahan Hulu Migas, Mantapkan Operasional untuk Ketahanan Energi
Berkunjung ke PHR, Wamen BUMN: Jaga Produksi Blok Rokan
Pertamina Drilling Raih Penghargaan dari PHR Atas Keberhasilan Kirim 6 Rig Tepat Waktu dalam Project IDESS
Kembali Gelar LBD Engagement Day, Kali Ini PHR Lebih Dorong Peningkatan Kompetensi Mitra Kerja Lokal
Jaga Keberlangsungan Hulu Migas, PHR Regional 1 Sumatera Zona 4 Optimalkan Teknologi Digital dan Kolaborasi Strategis