Lapangan Minas, Warisan 80 Tahun yang Dimulai dengan Keraguan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Desember 2024 | 14:30 WIB
Pompa angguk tertua di Minas sekaligus menandai temuan sumur minyak pertama. (DOK.PT Pertamina Hulu Rokan (PHR))
Pompa angguk tertua di Minas sekaligus menandai temuan sumur minyak pertama. (DOK.PT Pertamina Hulu Rokan (PHR))

Kemunculan e-MARS dan VENUS berawal dari gagasan banyaknya sumur idle di WK Rokan dan rendahnya minyak dengan metode lama, utamanya di Minas.

“Para perwira PHR membuktikan teknologi dan cara berpikir baru dapat mengungkap cadangan minyak dari lapangan tua,” ujar Executive Vice President (EVP) Upstream Business Andre Wijanarko.

PHR dikenal sebagai produsen minyak berkualitas tinggi. Minas, adalah penghasil minyak ringan dengan kualitas baik rendah sulfur atau dikenal sebagai Sumatran Light Crude (LSC).

Baca Juga: TASPEN Raih Dua Penghargaan Top Digital Award 2024 atas Inovasi Teknologi dan Transformasi Digital

Sementara di Duri, minyak berat mengandung tar dan aroma belerang.

Kini, lebih dari 11 miliar barel minyak mentah telah diproduksi tidak hanya dari lapangan Minas, tapi juga sejumlah lapangan-lapangan besar, di antaranya Duri, Bangko, Bekasap, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan dan Pagar.

Dengan kegiatan pengeboran yang aktif, produksi minyak Pertamina Hulu Rokan saat ini mencapai 160 ribu barrel oil per hari.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini