Dengan demikian, TF-TP menyediakan dasar yang kuat untuk perencanaan dan antisipasi terhadap fluktuasi volume kendaraan, terutama saat arus mudik balik Lebaran 2025.
Travoy juga menyajikan rekomendasi jalur alternatif apabila terdeteksi kepadatan di jalan tol.
Baca Juga: Daftar Magang di PERURI, Dapatkan Pengalaman Kerja di BUMN
Fitur Navigasi Tol memberikan estimasi jarak, waktu tempuh, dan tarif tol berdasarkan data terkini yang diambil dari CCTV dan Dynamic Message Sign (DMS).
Selain itu, Jasa Marga bekerja sama dengan Google Maps untuk meningkatkan pemantauan arus lalu lintas di jalur arteri Trans Jawa.
Salah satunya informasi mengenai jalur fungsional dan pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way dan contra flow melalui integrasi teknologi di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC).
Baca Juga: KAI Beri Diskon 25% untuk Masyarakat yang Mudik Belakangan dengan KA-KA Berikut
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyatakan, "Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi digital demi mendukung kebijakan rekayasa lalu lintas yang optimal."
Dengan Travoy, lanjut dia, masyarakat dapat menikmati informasi real-time yang membantu mereka merencanakan rute perjalanan dengan lebih baik dan efisien.
"Inovasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar, aman, dan nyaman selama Libur Lebaran 2025," ujarnya.***
Artikel Terkait
Arus Mudik Idulfitri 1446 H, Jasa Marga Catat Lebih dari 2,1 Juta Kendaraan Keluar dari Jabotabek
Jasa Marga Buka Jalur Fungsional Japek II Selatan untuk Atasi Kemacetan Arus Balik Lebaran
Hadapi Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Siapkan BBM dan Saldo E-Toll
H1 hingga H+3 Lebaran 2025: Hampir 1 Juta Kendaraan Tercatat Kembali ke Jabotabek, Jasa Marga Imbau Warga Atur Waktu Perjalanan
One Way Nasional Arus Balik Diberlakukan Hari Ini, Jasa Marga Siap Dukung Kelancaran Lalu Lintas