Selama empat hari, peserta workshop akan membahas berbagai aspek penting, antara lain:
Baca Juga: Williem I De Voedselkraam 2, Tempat Santai Baru di Tengah Suasana Stasiun Jadul
- Penilaian kapasitas bandara dan ruang udara secara berbasis data (data-driven airport & airspace capacity assessment);
- Teknik pengelolaan lalu lintas udara berbasis kolaborasi regional melalui Air Traffic Flow Management (ATFM);
- Penyusunan pedoman kapasitas regional sebagai acuan bersama negara-negara Asia Pasifik;
- Pemenuhan target audit keselamatan penerbangan ICAO melalui Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP);
- Harmonisasi teknologi dan prosedur navigasi udara di kawasan dengan mempertimbangkan tantangan geografis dan operasional masing-masing negara.
Baca Juga: TINS Green Garden Foresttree Jadi Taman Hijau Favorit Warga Pangkalpinang, Dikelola PT Timah!
"Forum ini bertujuan menyamakan pemahaman teknis antarnegara dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan kapasitas ruang udara yang semakin kompleks," imbuh Avi.
Yogyakarta, Simpul Strategis Lalu Lintas Udara
Sebagai lokasi penyelenggara, Yogyakarta bukan hanya simbol budaya, tetapi juga representasi kapasitas layanan navigasi udara Indonesia.
Selama April 2025, Kantor Cabang AirNav Indonesia Yogyakarta mencatat sebanyak 2.524 pergerakan pesawat yang terdiri dari penerbangan domestik, internasional, dan latihan.
Proyeksi internal menunjukkan tren peningkatan yang stabil pada Mei 2025 dengan estimasi mencapai sekitar 2.600 pergerakan, seiring meningkatnya konektivitas menjelang libur panjang.
“AirNav Yogyakarta saat ini melayani berbagai rute domestik utama seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, dan Makassar.
Baca Juga: 5 Barang yang Wajib Dibawa ke Tempat Konser Musik Agar Selama Acara Tetap Nyaman
"Untuk rute internasional, navigasi mendukung layanan penerbangan dari dan ke Kuala Lumpur serta Singapura, hal ini menegaskan peran vital Yogyakarta sebagai simpul konektivitas udara regional,” lanjut Avi.
Dari total trafik di bulan April, 92% merupakan penerbangan domestik, menunjukkan bahwa layanan navigasi berperan penting dalam mendukung mobilitas antardaerah di Indonesia.
Idul Adha, AirNav Siap!
Menghadapi periode libur Iduladha yang diprediksi jatuh pada pertengahan Juni 2025, AirNav Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah strategis, untuk menjamin kelancaran arus udara nasional. Antara lain:
- Penempatan personel operasional tambahan di titik-titik padat;
- Pemantauan trafik secara real-time melalui sistem terpusat;
- Peningkatan koordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara, termasuk skenario kontinjensi untuk mengantisipasi lonjakan trafik.
Artikel Terkait
AirNav Indonesia Meriahkan Festival Balon Udara di Pekalongan, Kampanyekan Keselamatan Penerbangan
Awali Karier Profesionalmu dengan Magang di AirNav Indonesia, Simak Posisi yang Tersedia!
AirNav Indonesia Buka Kesempatan Magang, Simak Lowongan yang Tersedia
AirNav Indonesia dan KPAI Sosialisasikan Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual ke 1.000 Anak Boyolali
AirNav Indonesia Resmikan Sistem Surveilans Baru untuk Tingkatkan Layanan Navigasi Udara di Papua