Transformasi Lahan Kritis: Program Eco Edufarming PHE WMO Raih Predikat Gold di Ajang CSR dan PDB Award 2025

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 18:30 WIB
Program Eco Edufarming yang diinisiasi oleh PHE WMO sukses meraih predikat Gold di ajang CSR dan PDB Award 2025. (Dok. PHE WMO)
Program Eco Edufarming yang diinisiasi oleh PHE WMO sukses meraih predikat Gold di ajang CSR dan PDB Award 2025. (Dok. PHE WMO)

Ia mengungkapkan rasa takjubnya atas perubahan desanya yang sebelumnya kering dan hanya ditumbuhi rumput, kini mampu ditanami beragam sayur dan buah.

Baca Juga: Sabet 6 Penghargaan ENSIA 2024, PEP Sukowati dan PHE WMO Genjot Inovasi Lingkungan dan Sosial

“Saya tidak pernah menyangka desanya yang kering dan tandus, selama ini hanya ditanami rumput ternyata bisa ditanami sayur dan buah.

"Hal ini menumbuhkan semangat dalam diri saya bahwa ada harapan untuk bisa hidup dan menghidupkan desa, sehingga meyakinkan diri untuk tidak lagi merantau demi melestarikan pertanian di desa ini,” ujarnya.

Lewat penerapan irigasi hemat air, pemanfaatan limbah ternak, dan teknologi sensor kesuburan tanah, program ini sukses menghadirkan produksi 11 varietas sayur dan buah organik, termasuk cabai colombus, melon sistem Machida, dan semangka.

Baca Juga: PHE WMO Raih Sertifikasi Green Building EDGE, Satu-satunya di Kabupaten Gresik

Hasil panen tersebut kini dipasarkan secara kompetitif untuk memenuhi kebutuhan warga di tujuh desa sekitar.

“Program yang telah dilakukan bersama dengan PHE WMO ini telah mampu membantu masyarakat yang ada di Desa Bandangdaja untuk memiliki penghasilan melalui pertanian organik dan juga memenuhi kebutuhan sayur serta buah di desa.

"Kelompok berharap Eco Edufarming terus berkembang sehingga mampu mereplikasi metode pertanian organik di lahan mereka masing-masing,” tambah Marnawi.

Baca Juga: PHE WMO Lakukan Pemboran Eksplorasi Sumur di Perairan Madura

Apresiasi tinggi pun datang dari dewan juri.

“Kami sangat mengapresiasi semangat kelompok untuk terus mengembangkan Eco Edufarming melalui berbagai inovasi yang dilakukan, mampu merubah mindset masyarakat yang apatis terhadap kegiatan pertanian, sehingga mau belajar dan mengenal teknologi tepat guna yang dapat memudahkan proses pertanian.

"Untuk itu kami memberikan predikat GOLD kepada PHE WMO dan Poktan Bumi Sentosa Sejahtera,” ujar Grace Meyanti Putri.

Baca Juga: PHE Dorong Pemanfaatan Teknologi CCS untuk Kurangi Emisi dan Capai Ketahanan Energi

Tak hanya itu, Grace juga mendorong agar kelembagaan kelompok tani diperkuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini