Sistem ini mengacu pada berbagai pedoman seperti Sistem Manajemen Lingkungan (SML), Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Peraturan Kapolri No. 24/2007, dan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Baca Juga: Elnusa Trans Samudera Sukses Tuntaskan Proyek Survei Seismik Laut di Thailand Tanpa Insiden
Secara global, SUPREME juga mengadopsi beragam standar internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 27001, ISO 28000, ISO 31000, ISO 39001, ISO 45001, ISO 50001, dan sejumlah standar lainnya.
Evaluasi berkala atas penerapan ISO dilakukan untuk memastikan kesesuaian terhadap kriteria yang telah ditetapkan dan menjaga konsistensi penerapannya di seluruh unit bisnis.
“Dalam standardisasi pengelolaan energi, Pertamina juga telah melaksanakan prinsip yang tertuang dalam ISO 50001:2018 yang mengukur standar kemampuan perusahaan dalam mengelola penggunaan energi dan mengukur kinerja energi secara berkelanjutan,” pungkas Fadjar.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Kucurkan Rp3 Miliar untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Indragiri Hulu
Sebagai pemimpin di sektor transisi energi, Pertamina terus mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui berbagai inisiatif yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh langkah ini dijalankan secara konsisten sesuai dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional Pertamina. ***
Artikel Terkait
ITDC Wujudkan Ekonomi Sirkuler di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Lewat Program “Integrated Food Surplus”
IHC RS Pusat Pertamina Raih PERSI Award Berkat Inovasi “Green Hospital” yang Sejalan dengan Mutu Pelayanan
IHC dan Pertamina Gelar Khitanan Massal Bersama PIA DPR RI, Layani 100 Anak dengan Standar Medis Modern
Kolaborasi Pertamina–IHC Hadirkan Program CSR Berkelanjutan di Kabupaten Jember
Pertamina Dorong Transisi Energi Hijau Lewat Inovasi Bahan Bakar Ramah Lingkungan