Kolaborasi Vaksin Dunia Menguat di Bali: Negara Berkembang Tingkatkan Inovasi untuk Kemandirian Kesehatan Global

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 4 November 2025 | 19:30 WIB
DCVMN 2025 di Bali memperkuat kolaborasi negara berkembang dalam inovasi dan kemandirian vaksin untuk membangun ekosistem kesehatan global yang berkelanjutan. (Dok. Bio Farma)
DCVMN 2025 di Bali memperkuat kolaborasi negara berkembang dalam inovasi dan kemandirian vaksin untuk membangun ekosistem kesehatan global yang berkelanjutan. (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - Upaya memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan ekosistem vaksin kembali menjadi perhatian melalui forum vaksin bergengsi yang berlangsung di Bali.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, hadir sekaligus membuka acara 26th Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) dengan prosesi pemukulan gong pada Rabu (29/10) di Denpasar.

Pertemuan tahunan 26th Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) Annual General Meeting (AGM) resmi dimulai pada 29 Oktober 2025 di The Meru, Sanur, Bali, dan berlangsung hingga 31 Oktober 2025.

Baca Juga: Biji dan Bubuk Kopi yang Diproduksi dan Dijual Selebriti Hollywood, Sebagian untuk Tujuan Amal

Acara ini diselenggarakan dengan dukungan PT Bio Farma (Persero) sebagai co-host dan dihadiri lebih dari 420 peserta yang berasal dari 46 produsen vaksin di 17 negara berkembang serta berbagai organisasi global seperti WHO, UNICEF, GAVI, CEPI, PATH, CHAI, Gates Foundation, regulator, akademisi, dan sektor filantropi serta industri kesehatan.

Mengangkat tema “Advancing Innovation and Building a Resilient Vaccine Ecosystem for a Safer World,” agenda ini membahas strategi peningkatan kapasitas manufaktur vaksin, percepatan adopsi teknologi baru, dan penyediaan vaksin yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat dunia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutan virtual menyampaikan besarnya kontribusi DCVMN dalam memperkuat ekosistem vaksin global terutama pada masa pandemi COVID-19.

Baca Juga: Kenalkan Pertanian Sejak Dini, PT TIMAH Ajak Siswa SD Belajar di Lahan Produktif Farm Estate

Menurutnya, negara-negara berkembang memiliki potensi besar dalam membangun industri vaksin.

Dengan meningkatkan kemampuan produksi di kawasan tersebut, produsen dapat lebih dekat dengan pasar dan memperkuat rantai pasok untuk keberlanjutan jangka panjang.

Ia menegaskan, “Berkat dedikasi para anggotanya, DCVMN mendefinisikan ulang seperti apa manufaktur vaksin global dengan memperluas kapasitas, mengadopsi teknologi baru, dan menjalin kemitraan.”

Baca Juga: Telkom Perkuat Langkah UMKM Binaan untuk Masuk Pasar Global di Trade Expo Indonesia 2025

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam riset dan inovasi vaksin termasuk melalui pusat kolaborasi riset vaksin Indonesia – China di Kura-Kura Bali.

Dante menyampaikan, “Tidak ada negara yang dapat bertindak sendirian, melalui DCVMN mari kita dorong inovasi dan kolaborasi yang lebih dalam, sekaligus memastikan akses vaksin yang adil, tepat waktu, dan merata."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini