"Indonesia memperkuat R&D melalui Vaccine Collaborating Centre (VOLARE), menjadi tuan rumah Indonesia-China Joint Research and Development on Vaccines and Genomics Secretariat di Kura-Kura Bali bersama Universitas Tsinghua, serta berpartisipasi dalam uji klinis global TB dan malaria, demi kedaulatan kesehatan dan keselamatan setiap nyawa.”
Baca Juga: Serunya Belajar Bertani di Tengah Kota, Yuk ke Agroeduwisata Ragunan!
Sebagai salah satu produsen vaksin terbesar di dunia, Bio Farma telah memasok vaksin ke lebih dari 150 negara dan memiliki 12 produk vaksin yang sudah memperoleh pra-kualifikasi WHO (WHO PQ).
Banyak produk vaksin Bio Farma digunakan UNICEF untuk mendukung program imunisasi global, termasuk vaksin polio yang menjadi bagian penting dalam upaya dunia menghapus penyakit tersebut.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan perlunya kerja sama antara negara dan lembaga global untuk menjaga keberlanjutan industri vaksin sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dunia.
Baca Juga: Hingga September 2025, LinkUMKM BRI catat 13,6 juta pengguna
Ia menuturkan, “Kita memerlukan pendekatan collaborative problem-solving bersama WHO, Gavi, UNICEF, CEPI, dan mitra donor lainnya untuk menemukan solusi yang seimbang antara perlindungan kesehatan publik dan keberlanjutan industri.”
Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi produsen vaksin dari negara berkembang, seperti proses WHO Prequalification yang lebih ketat dan berkurangnya pendanaan donor yang berdampak pada peluang pasar global.
Ia menambahkan, “Kita harus bergerak maju dengan model tanggung jawab bersama yang memastikan setiap pihak berperan dalam menjaga keberlanjutan sistem kesehatan global.”
Baca Juga: Bangun Karier Sejak Dini Lewat Magang Akreditasi & Sertifikasi di Kimia Farma
Dalam kegiatan ini, Bio Farma memanfaatkan pertemuan untuk memperluas jaringan global dan mencari solusi bersama demi meningkatkan kemandirian vaksin di negara berkembang.
“Momentum DCVMN AGM ini kami gunakan untuk membangun inovasi dan kolaborasi, agar negara berkembang juga dapat berkontribusi secara luas dalam membangun resilient vaccine ecosystem,” pungkasnya.
CEO DCVMN, Rajinder Suri, menyampaikan bahwa jaringan DCVMN memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan kesehatan global di masa mendatang.
Baca Juga: Datang ke Pantai Tegal Wangi, Pulang Bawa Segudang Foto Keren!
Ia menyebutkan, ”Kami akan terus meningkatkan kemampuan dan bersiap mendukung organisasi seperti CEPI, dan WHO untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang akan datang."
Artikel Terkait
Bio Farma dan POLTEKKES Kemenkes RI Jalin Kolaborasi Kembangkan Science Techno Park
Kolaborasi Bio Farma dan DCVMN, Wujud Peran Indonesia dalam Ketahanan Kesehatan Dunia
Bio Farma dan DCVMN Perkuat Kolaborasi Global untuk Standar Kesehatan Dunia
Jelang DCVMN ke-26 di Bali, Bio Farma Bersama Produsen Vaksin Dunia Tegaskan Komitmen Bangun Ketahanan Kesehatan Global
Bio Farma Perkuat Sinergi Global untuk Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Vaksin Dunia