Proyek Infrastruktur Energi Kilang Balikpapan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan UMKM Lokal

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Januari 2026 | 20:30 WIB
Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina di Kilang Balikpapan mendorong lapangan kerja, menggerakkan UMKM lokal, dan memperkuat ekonomi Kalimantan Timur. (Dok. Pertamina)
Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina di Kilang Balikpapan mendorong lapangan kerja, menggerakkan UMKM lokal, dan memperkuat ekonomi Kalimantan Timur. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN — PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan Proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur.

Proyek yang terhubung dari hulu hingga hilir ini mencakup Pipa Gas Senipah, tangki penyimpanan besar Lawe-lawe, Crude Destilation Unit (CDU), fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, serta Terminal BBM Tanjung Batu yang diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: Pertamina Zona 4 Catat Produksi Minyak 27.643 BOPD Sepanjang 2025

Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Yanti, pemilik warung makan di area sekitar Kilang Pertamina.

Warung sederhana yang menyajikan masakan rumahan ini setiap hari melayani para pekerja proyek Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kalimantan Timur.

Seiring berjalannya pembangunan, jumlah pelanggan meningkat dan pendapatan yang diperoleh mampu menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga: Ide Destinasi Weekend! Tiket Masuk Ancol Rp35.000 Bonus Voucher Makan Rp20.000

“Alhamdulillah, kita bersyukur. Untuk sehari-hari perputaran ada. Mudah-mudahan pekerja Pertamina, Pertamina Hulu Mahakam, dan yang makan siang tetap bisa datang ke warung sekitar sini walau proses pembangunan telah selesai,” harap Yanti.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya di wilayah tersebut. Ibu Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri yang berlokasi di Mekar Sari, Kalimantan Timur, mengungkapkan bahwa jam makan siang menjadi waktu paling ramai sejak adanya proyek pembangunan kilang Pertamina.

Kehadiran para pekerja proyek membuat aktivitas usahanya meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Serapan Hampir Maksimal, Stimulus Penyeberangan ASDP Buktikan Efektivitas Selama Nataru

“Makan siang ramai sekali, kadang tempat duduknya juga kurang. Lumayan sekali ada proyek itu dan sangat membantu. Harapannya proyek bisa terus berjalan sehingga yang makan semakin banyak,” ujarnya.

Cerita dari para pelaku usaha ini menggambarkan bagaimana pembangunan Proyek Infrastruktur Energi di Kilang Balikpapan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Aktivitas ekonomi lokal ikut tumbuh, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merasakan langsung dampak kehadiran proyek strategis tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini