"Kita beranjak dari sekadar kepatuhan (compliance) menuju penciptaan nilai strategis (strategic value creation). Ini adalah investasi untuk masa depan Pertamina Group," ungkap Emma.
Baca Juga: Rahasia Kulit Lembap: Tips Mencegah dan Mengatasi Kulit Kering
Mengorkestrasi transformasi besar tersebut, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa komitmen jajaran pimpinan akan segera diterjemahkan ke dalam program nyata di lapangan.
Ia menargetkan implementasi penuh PSPK pada 1 Januari 2027.
Forum ini juga menghadirkan Ketua Dewan Pengawas Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Rosita Uli Sinaga, sebagai pakar.
Baca Juga: Terobosan KAI Service, Kuliner Kereta Kini Hadir di TikTok Shop dan Tokopedia
Ia mengapresiasi pandangan progresif manajemen Pertamina terhadap isu keberlanjutan.
"Di Pertamina, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai biaya, melainkan peluang bisnis. Dengan laporan yang transparan, Pertamina memiliki keunggulan kompetitif untuk meraih pendanaan internasional," tuturnya.
Acara STF Series #5 ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina Group.
Baca Juga: 4 Lokasi Wisata Kuliner Terbaik di Kyoto, dari yang Teramai Sampai yang Bisa Dimasuki dengan Tenang
Penandatanganan ini menjadi simbol kesiapan organisasi dalam mengintegrasikan data keberlanjutan ke dalam laporan keuangan, sekaligus memastikan Pertamina tetap tangguh dan relevan di tengah dinamika pasar energi global yang terus berubah.***
Artikel Terkait
Kemenhut dan Pertamina Foundation Jalin Kerja Sama Strategis Optimalkan Kawasan Hutan
Beasiswa BSBK Pertamina Hulu Indonesia Dorong Putra Muara Badak Tembus Pendidikan Teknik Kimia
Kolaborasi Pertamina–ITB Dorong Penguatan SDM Insinyur untuk Hadapi Transformasi Energi
Satgas Nataru Sukses, Pertamina Siapkan Layanan Lebih Kuat Hadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Pertamina Drilling Tembus Pasar Offshore Global lewat Kerja Sama Strategis dengan Petronas