Inovasi Teknologi PHR Dinilai Strategis Jaga Ketahanan Energi Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya bersama sejumlah anggota melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, Jumat (23/1/2026). (Dok. PHR)
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya bersama sejumlah anggota melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, Jumat (23/1/2026). (Dok. PHR)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat upaya peningkatan produksi migas sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi nasional.

Berperan sebagai salah satu penopang utama produksi minyak Indonesia, PHR konsisten menghadirkan terobosan teknologi dan inovasi guna mempertahankan tingkat produksi sekaligus memperlambat penurunan alamiah di lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase matang di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Dalam rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke WK Rokan, Riau, pada Jumat (23/1/2026), Direktur Utama PHR Muhamad Arifin menjelaskan bahwa kontribusi PHR terhadap ketahanan energi nasional saat ini mencapai sekitar 26 persen dari total produksi minyak nasional.

Baca Juga: Ke Berau Jangan Cuma ke Derawan, Intip Lamin Guntur Ecolodge

Sejak resmi mengambil alih pengelolaan, PHR juga mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan bagi negara maupun daerah.

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui setoran PNBP dan pajak senilai Rp149 triliun, serta penyaluran dana Partisipasi Interes (PI) sebesar Rp4,3 triliun kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Dalam menghadapi kondisi sumur-sumur yang telah berusia tua, PHR tidak semata-mata mengandalkan pengeboran sumur sisipan atau infill drilling.

Baca Juga: Dorong Percepatan Pembangunan Tol Probowangi Paket 3, WIKA Optimistis Bisa Dioperasikan Fungsional di Musim Mudik Lebaran

Perusahaan juga menerapkan beragam teknologi dan inovasi untuk mengoptimalkan perolehan minyak, salah satunya melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan metode steamflood di Lapangan North Duri Development (NDD) A14.

“Teknologi steamflood sendiri telah menjadi tulang punggung produksi minyak di Blok Rokan selama beberapa dekade."

"Namun seiring waktu, teknologi steamflood terus mengalami pengembangan dengan melibatkan inovasi dari anak bangsa. Para pekerja PHR terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi di tengah tantangan yang ada,” kata Arifin.

Baca Juga: Candi-candi Warisan Kerajaan Majapahit di Mojokerto, Ciri Utamanya Bata Merah yang Tersusun Kokoh

Selain itu, PHR juga mengembangkan teknologi Pengembangan Reservoir & Multi-Stage Fracturing (MSF).

Inovasi yang diterapkan pada sumur MSF-1 di Kota Batak ini berhasil mencatatkan produksi hingga 569 barel minyak per hari (BOPD) dan direncanakan untuk direplikasi pada 25 sumur baru sepanjang tahun 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini