Kebiasaan lama seperti menyiram ala kadarnya mulai ditinggalkan. Dian ingat betul momentum ketika beberapa tanaman kembali gagal di awal.
Baca Juga: PT TIMAH Tambah Program Laut Berkelanjutan, 36 Atraktor Cumi Ditanam di Belitung Timur
Namun, alih-alih menyerah, ia menyemangati kelompoknya “Keberhasilan itu bukan soal cepat atau lambat, tapi konsistensi. Pelan-pelan asal jalan.” ucap Dian bersemangat. Benar saja, perlahan hasilnya mulai terasa.
Para anggota PKK mulai menerapkan sistem rotasi tanam, sehingga panen tidak menumpuk di satu waktu. Dengan cara ini, mereka bisa memanen satu hingga tiga kali setiap minggu.
Jenis tanaman yang dibudidayakan pun beragam: bayam hijau, bayam merah, kangkung, timun, dan terong masing-masing ditanam sesuai karakter, apakah lebih cocok di greenhouse atau tanah pekarangan.
Baca Juga: KCIC Minta Masyarakat Hati-Hati, Modus Penipuan Layanan Whoosh Perlu Diwaspadai
Berkat pengelolaan yang lebih terencana, tanaman tumbuh lebih sehat dan hasilnya lebih konsisten.
Perubahan di Air Jamban bukan hanya tampak dari hijaunya tanaman, tetapi juga dari meningkatnya ketahanan ekonomi keluarga.
Setiap anggota kelompok kini menghemat 10–20 persen belanja sayur bulanan. Sementara itu, penjualan hasil panen menyumbang kas kelompok hingga jutaan rupiah tiap bulan, dan beberapa anggota merasakan tambahan penghasilan langsung dari kebun mereka sendiri.
Baca Juga: 5 Menu Sahur Sat Set dan Sehat, Solusi Praktis Buat Kamu yang Mager Masak
Kebun ini bukan lagi sekadar ruang hijau namun telah bertransformasi menjadi sumber optimisme.
“Sekarang kebun ini bukan cuma untuk makan sendiri, tapi juga bisa menambah penghasilan. Tanaman herbalnya juga jadi obat alami keluarga. Rasanya usaha kami betul-betul berarti,” ujar Dian dengan mata berbinar.
Efek domino mulai tampak. Sebanyak 25 anggota kelompok yang terlibat langsung telah menginspirasi 10 warga lainnya untuk ikut menanam. Pekarangan yang dulunya gersang kini menjadi ruang belajar bersama tempat warga saling berbagi ilmu dan hasil panen.
Baca Juga: SDM Indonesia Ambil Alih Mayoritas Operasional Whoosh, Target 100 Persen Lokal Tahun Ini
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa program ini adalah contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Artikel Terkait
PHR Temukan Hidrokarbon di Sumur Mustang Hitam, Buka Peluang Pengembangan Baru di Blok Rokan
Inovasi Teknologi PHR Dinilai Strategis Jaga Ketahanan Energi Nasional
Dari Produksi ke Pemulihan: Komitmen PHR Mengelola Lingkungan di WK Rokan
PHR Zona 1 Borong Lima Penghargaan di PRIA Awards 2026 Berkat Strategi Komunikasi Terintegrasi
Empat Inovasi PHR Borong Apresiasi di RKMP 2026, Perkuat Ketahanan Energi Nasional