Selain itu, perusahaan mengadopsi teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengubah panas buang menjadi energi listrik. Upaya ini berhasil menurunkan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta menurunkan emisi cakupan 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019.
Baca Juga: TASPEN Perkuat Transformasi Lewat Langkah Nyata di Usia ke-63
Dalam sektor pertambangan, SIG menerapkan praktik berkelanjutan dengan fokus pada pemulihan ekosistem. Hingga tahun 2025, total lahan pascatambang yang telah direklamasi mencapai 628 hektare. Area tersebut tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Upaya yang dilakukan SIG mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Perusahaan berhasil meraih enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Penghargaan ini diberikan kepada sejumlah pabrik semen yang berada di bawah pengelolaan SIG dan entitas anaknya.
Baca Juga: 7 Wahana Baru Ibarbo Park 2026, Liburan di Jogja Jadi Lebih Seru
Ke depan, SIG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi industri bahan bangunan.
Perusahaan akan mengedepankan pendekatan yang lebih inovatif, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran SIG dalam menciptakan industri yang berkelanjutan. ***
Artikel Terkait
Strategi Jitu SIG, Kinerja Tetap Positif di Tengah Tantangan Industri 2025
Tembus Pasar Afrika, SIG Ekspor Perdana 45 Ribu Ton Klinker ke Mauritania
SIG Tancap Gas Lewat Transformasi, Kinerja Bangkit di Tengah Lesunya Industri Semen
Jadi Direktur Operasi Perempuan Pertama di SIG, Rini Wulandari Ajak Wanita Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme
SIG Manfaatkan INTERCEM Asia 2026 untuk Perluas Kolaborasi Global dan Dorong Inovasi Bahan Bangunan