Menko Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Lancar, Kinerja Pupuk Indonesia Raih Apresiasi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 5 Mei 2026 | 15:00 WIB
Menko Zulhas saat berdialog langsung dengan para petani dalam kegiatan “Rembuk Tani” yang digelar di Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026). (Dok. Pupuk Indonesia)
Menko Zulhas saat berdialog langsung dengan para petani dalam kegiatan “Rembuk Tani” yang digelar di Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026). (Dok. Pupuk Indonesia)

“Ketika kita tidak impor beras dan harga gabah bagus, yang untung adalah petani Indonesia. Karena itu, kesejahteraan petani harus terus meningkat setiap tahunnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Tempat Makan Tradisional yang Ndeso di Gunungkidul, Menu Lezat dan Harga Terjangkau

Sementara itu, Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah terhadap kinerja Pupuk Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi secara lebih efisien.

Menurutnya, berbagai kemudahan yang diberikan Pemerintah kepada petani membuat penyerapan pupuk bersubsidi menjadi semakin optimal.

Khusus untuk Provinsi Bengkulu, Pemerintah pada tahun 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 75.986 ton.

Baca Juga: Ada Diskon Tiket DAMRI 20 Persen, Berlaku Hari Ini Saja

Jumlah tersebut terdiri dari Urea 22.473 ton, NPK Phonska 41.080 ton, NPK Khusus Kakao 3 ton, pupuk organik Petroganik 12.412 ton, dan SP-36 sebanyak 18 ton.

Adapun realisasi penebusan pupuk oleh petani Bengkulu pada awal tahun ini tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 24.236 ton.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai sekitar 32 persen dari total alokasi.

Baca Juga: Proses Perbaikan Stasiun Bekasi Timur Konsisten, Operasional Commuter Line Cikarang Berangsur Normal

"Serapan awal tahun ini cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah melalui perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi," tandas Robby.

Untuk mendukung penyerapan yang lebih optimal, Pupuk Indonesia juga telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Bengkulu sebanyak 2.613 ton.

Stok per 30 April 2026 tersebut terdiri dari Urea 1.141 ton, NPK Phonska 1.425 ton, dan pupuk organik 47 ton.

Baca Juga: Keindahan Pulau Mules NTT, Dari Pantai Pasir Putih hingga Spot Snorkeling yang Jernih

Salah seorang petani yang hadir dalam kegiatan Rembuk Tani, Herman Agustin, turut membenarkan bahwa distribusi pupuk bersubsidi kini berjalan lancar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini