Distribusi Pupuk Subsidi di Tegal Capai 15.993 Ton, Antusiasme Petani Jadi Pendorong Utama

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 6 Mei 2026 | 18:00 WIB
Penyaluran pupuk subsidi di Tegal capai 15.993 ton hingga Mei 2026, didorong kemudahan sistem digital dan penurunan HET oleh pemerintah. (Dok. Pupuk Indonesia)
Penyaluran pupuk subsidi di Tegal capai 15.993 ton hingga Mei 2026, didorong kemudahan sistem digital dan penurunan HET oleh pemerintah. (Dok. Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - Tingginya minat petani dalam memenuhi kebutuhan pertanian membawa dampak positif terhadap penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tegal.

Kondisi ini terlihat dari distribusi pupuk yang terus berjalan dengan baik sejak awal tahun 2026. Hingga 4 Mei 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyaluran pupuk subsidi mencapai 15.993 ton untuk petani di wilayah tersebut.

Capaian ini tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung yang mempermudah proses penebusan pupuk oleh petani. Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F, menjelaskan bahwa kemudahan sistem dan kebijakan pemerintah menjadi pemicu utama.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Daya Tarik Investasi Hulu Migas, Gandeng Mitra Global dan Teknologi Mutakhir

“Banyak petani yang menebus pupuk bersubsidi dari awal tahun 2026 karena sistem digital i-Pubers yang memudahkan petani dalam menebus di PPTS, hingga kebijakan Presiden Prabowo yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada Oktober 2025,” demikian ungkap Ihwan dalam kegiatan Workshop Optimalisasi Distribusi Pupuk dan Akses Pembiayaan Petani Melalui Sinergi Program Pemerintah di Tegal.

Jika dibandingkan dengan total alokasi tahun 2026, realisasi tersebut sudah mencapai sekitar 40 persen.

Kabupaten Tegal sendiri mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebesar 40.330 ton sepanjang tahun ini. Dari total penyaluran yang sudah dilakukan, pupuk Urea mendominasi dengan 8.997 ton, disusul NPK sebanyak 6.933 ton, serta pupuk organik sebesar 63 ton.

Baca Juga: Toko Roti Lauw, Produsen Roti Legendaris Indonesia yang Sempat Menjadi Langganan Istana

Untuk menjaga momentum ini, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok pupuk tetap aman. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan petani terus terpenuhi tanpa hambatan distribusi.

Saat ini, stok yang disiapkan mencapai 1.277 ton untuk Kabupaten Tegal dan 81.882 ton untuk wilayah Jawa Tengah.

Pemanfaatan pupuk bersubsidi tetap mengacu pada data resmi pemerintah. Petani yang bisa menebus adalah mereka yang sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Cukup Selfie dari Rumah, Autentikasi Pensiun Kini Lebih Mudah lewat Andal by Taspen

“Seluruh stok pupuk bersubsidi ini dapat dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Tegal tentunya yang terdaftar pada e-RDKK (e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Kementerian Pertanian dan penebusannya disesuaikan dengan alokasi masing-masing yang telah ditetapkan Pemerintah,” tambah Ihwan.

Transformasi dalam tata kelola distribusi pupuk menjadi faktor penting dalam peningkatan penyaluran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini