Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) membukukan capaian kinerja yang positif pada Triwulan I 2026 dengan berhasil melampaui target produksi minyak dan gas bumi.
Hingga akhir Maret 2026, produksi yang dihasilkan melalui anak usaha dan afiliasi PHI di wilayah Kalimantan mencapai 60,44 ribu barel minyak per hari (mbopd) serta 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), atau setara sekitar 120 persen untuk minyak dan 105 persen untuk gas dari target yang telah ditetapkan tahun berjalan.
Selain capaian produksi yang mengungguli target, PHI juga menunjukkan kinerja keselamatan kerja yang sangat baik.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan di Sekitar Stasiun KCIC Halim
Perusahaan mencatat nihil fatalitas (zero fatality), membukukan 57,36 juta jam kerja selamat, serta tidak terjadi Lost Time Incident (zero LTI) selama periode tersebut.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas, khususnya dari wilayah Kalimantan, guna mendukung ketahanan energi nasional.
”Di PHI, kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting dalam mendukung pencapaian target produksi nasional dan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: Hingga April 2026, KAI Mengangkut 16.631.048 Ton Batu Bara untuk Distribusi Energi di Jawa dan Bali
Ia yang akrab disapa Anto juga menekankan bahwa inovasi serta peningkatan keandalan fasilitas menjadi faktor penting dalam menjaga performa produksi.
”Penerapan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis Perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” jelas Anto, sapaan karib Sunaryanto.
Lebih lanjut, Anto menjelaskan bahwa berbagai aktivitas seperti pemeliharaan, perbaikan, hingga reaktivasi sumur turut menjadi pendorong peningkatan produksi.
Baca Juga: Profitabilitas BRI Naik pada Triwulan I 2026, Kredit dan Aset Ikut Tumbuh
”Berkat inovasi, kolaborasi lintasfungsi, dan sinergi yang terbentuk menjadikan proyek-proyek utama Perusahaan dalam rencana kerja tahun 2026 dapat mencatatkan hasil seperti yang diharapkan,” imbuhnya.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah metode High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta di Lapangan Mutiara dan Pamaguan yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
PHI Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Keberhasilan
PHI Tegaskan Komitmen K3 dengan Peluncuran Kartu Stop Work Authority di Penutupan Bulan K3 Nasional 2026
Di Sepanjang Ramadan, PHI Zona 9 Salurkan Bantuan untuk Anak Panti Asuhan di Wilayah Operasi
PHI Pererat Hubungan Media Lewat BASO IGA dan Luncurkan APEKA 2026
PHI Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum Lewat Legal Preventive Program